- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
- Zakat dan Sumbangan PMI: Berbeda Dasar Hukum, Tak Bisa Membenarkan Pemaksaan
- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
Maulid di Mushollah Nursyafiudin: Koperasi Merah Putih Kelurahan Kalibata Akan di Laouncing Januari 2026

Keterangan Gambar : Maulid di Mushollah Nursyafiudin Subuh pagi
BERITA NUSANTARA.COM: Jakarta - Maulid Nabi Muhammad SAW, bertempat di Mushollah Nursyafiudin pada ahad subuh pagi di hadiri oleh penceramah kondang KH. Izzat Soleh Jaelani dan Kyai Muchlis As'ad sebagai guru tetap pengajian bulanan di Forum Kajian Subuh Kelurahan Kalibata, dulu bernama Shalat Subuh Gabungan Kalibata saat pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo. Ahad, 30/11/25
Kyai Muchlis As'ad dalam pandangannya mengacu pada kitab Nashaihul Ibaad, karya sang mujahid da'wah, Syeikh Nawawi Al Bantani mengatakan, jika orang tidak suka kritik, bisa dikatakan orang tersebut kategori riya, sebab hidup tanpa kritik ibarat mobil tanpa rem, tentunya dengan kritik yang benar dan membangun, serta apa adanya.
Pimpinan pondok Pesantren Asaa'adah Alchilshiyyah, Kyai Muchlis membacakan satu baris dari kitab tersebut yang artinya, orang yang tidak terpengaruh dengan gemerlapnya dunia, ia termasuk orang yang dicintai Allah, dan orang yang menghindari perbuatan dosa, ia dicintai para malaikat, dan siapa yang selalu memperbaiki hubungannya dengan sesama muslim, pasti ia di cintai oleh kum muslimin.
Baca Lainnya :
- Ketum Eka Jaya: Milad Ormas Pejabat Ke- 6, Insya Allah di Hadiri Anies Rasyied Baswedan dan Pramono Anung0
Kyai Kondang Izzat Soleh Jaelani asal Mampang Prapatan menyampaikan kehebatan pengarang kitab Nashaihul Ibaad, Syekh Nawawi al-Bantani atau nama aslinya ialah Abu ‘Abd Al-Mu’ti Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi. Nama al-Bantani di belakang namanya merupakan gelar yang diberikan lantaran beliau lahir di Banten, yakni di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Syekh Nawani al-Bantani lahir pada tahun 1230 H atau 1815 M. dari segi nasab, ia masih keturunan Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati dari Cirebon. Ia juga merupakan keturunan ke-12 dari Sultan Banten. Bapaknya bernama KH. Umar bin Arabi, seorang penghulu dan ulama di Tanara, Banten
Lurah Kalibata, Herman dalam sambutannya mengatakan Koperasi Merah Putih Kelurahan Kalibata akan di louncing pada bulan Januari 2026, Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan adalah program dari pemerintahan Prabowo Subianto.
" Koperasi Merah Putih Kelurahan Kalibata adalah koperasi serba usaha, bukan koperasi simpan pinjam, Lurah meminta kepada masyarakat Kalibata untuk mendukung keberadaan Koperasi Merah Putih Kelurahan Kalibata" kata Lurah Kalibata
" Januari nanti warga bisa mendaftar menjadi anggota koperasi , tanpa dukungan warga, koperasi tidak akan berjalan secara maksimal, menjadi anggota adalah modal utama koperasi, harapannya kopersai ini dapat berjalan baik dan berdampak positif secara ekonomi buat masyarakat" pungkasnya
Forum Kajian Subuh Kelurahan Kalibata adalah pengajian bulanan yang di dukung oleh, RT,RW,LMK dan FKDM bekerjasama dengan DKM Mushollah dan Masjid sekelurahan Kalibata, secara bergantian yang ditunjuk oleh Ketua RW setempat dengan dana swadaya hasil sumbangan dari jama'ah, RT, RW, LMK, FKDM se kelurahan Kalibata. Selain itu FKS Kelurahan Kalibata menjadi ajang silaturrahim antar warga , ulama dan umaro.
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
