- Prabowo Salurkan 160 Becak Listrik untuk Pengayuh Lansia di Kota Bogor
- Kapal Legendaris KRI Dewaruci Bersandar di Cirebon, Ada Wisata Edukasi Maritim Gratis
- Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
- Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
- Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
Walkout Gubernur Sumut Tuai Kritik, NasDem Nilai Bobby Bersikap Arogan

Keterangan Gambar : Bobby Nasution Tinggalkan Ruang Sidang, NasDem Angkat Bicara
BERNUSA.COM, Medan– Keputusan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninggalkan ruang sidang (walkout) saat Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara pada Selasa (21/7/2026) menuai sorotan dari berbagai kalangan. Tindakan tersebut dinilai mencerminkan sikap yang tidak semestinya dalam forum resmi antara eksekutif dan legislatif.
Sorotan itu juga datang dari Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony. Politikus Partai NasDem yang akrab disapa RA tersebut menilai tindakan Bobby sangat disayangkan dan tidak mencerminkan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Bagi NasDem tidak ada kata lain yang bisa menggambarkan hal ini selain 'arogan'. NasDem minta sikap seperti ini dihentikan. Ini merupakan sikap NasDem. Jika fraksi lain memilih diam atau berpandangan lain, tentu kita hormati," ujar Ricky Anthony, Senin (27/7/2026).
Baca Lainnya :
Menurut informasi yang beredar, rapat paripurna saat itu berlangsung sesuai mekanisme hingga memasuki agenda terakhir, yakni penandatanganan keputusan bersama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Namun, sebelum penandatanganan dilakukan, salah seorang anggota DPRD mengajukan interupsi dengan mempertanyakan kuorum rapat. Interupsi tersebut ditujukan kepada pimpinan sidang sebagai bagian dari mekanisme yang berlaku di DPRD.
Di tengah proses tersebut, Bobby Nasution memilih meninggalkan ruang sidang dan diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Keputusan itu dinilai membuat tahapan akhir rapat tidak dapat dilanjutkan karena gubernur merupakan pihak yang harus menandatangani keputusan bersama.
Sejumlah elemen masyarakat pun menyayangkan tindakan tersebut. Mereka menilai interupsi anggota dewan merupakan bagian dari dinamika sidang yang seharusnya disikapi dengan tetap menghormati mekanisme yang berlaku.
Hingga kini, peristiwa walkout tersebut masih menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam tanggapan mengenai hubungan antara eksekutif dan legislatif di Sumatera Utara.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
