- KUR 2026 Naik Jadi Rp295 Triliun, Menteri UMKM: Pasar Domestik Dipenuhi Produk Impor
- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
ABPEDNAS Bogor 2025–2030 Resmi Dilantik: Fokus Penguatan Transparansi dan Jaga Desa
.jpg)
Keterangan Gambar : Bupati Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, dikukuhkan sebagai Ketua DPC ABPEDNAS Bogor periode 2025–2030
BERNUSA.COM, BOGOR, — Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bogor resmi memiliki kepemimpinan baru. Bupati Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, dikukuhkan sebagai Ketua DPC ABPEDNAS Bogor periode 2025–2030 dalam acara pelantikan yang digelar di Gedung Tegar Beriman, Kamis (27/11).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, yang juga Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS Indonesia. Acara dihadiri ribuan anggota BPD, simpatisan, serta unsur Forkopimda seperti Danrem, Dandim, Kapolres, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ketua DPD ABPEDNAS Jawa Barat, hingga para kepala desa.
BPD sebagai “Parlemen Desa”
Baca Lainnya :
Dalam sambutannya, Prof. Reda menegaskan bahwa BPD memiliki peran strategis sebagai parlemen desa yang harus menjaga tata kelola pemerintahan desa dari potensi penyimpangan.
“ABPEDNAS harus menjadi motor pengawasan partisipatif, edukatif, dan solutif. Saya berharap Bogor di bawah kepemimpinan Pak Rudy menjadi contoh nasional dalam memperkuat akuntabilitas desa,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi BPD dan kepala desa harus diperkuat tanpa menghilangkan fungsi kontrol sesuai amanat undang-undang.
Sementara ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia, Ir. H. Indra Utama, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Rudy memimpin ABPEDNAS Bogor.
“Kabupaten Bogor adalah daerah besar dengan ratusan desa. Dibutuhkan figur berintegritas dan visioner. Kami yakin Pak Rudy mampu menjadi lokomotif perubahan dan penguatan kapasitas BPD di Indonesia,” ujarnya.
Komitmen Rudy Susmanto: Desa Akuntabel, Transparan, dan Modern
Usai dilantik, Rudy menegaskan bahwa ABPEDNAS Bogor akan fokus pada: peningkatan kapasitas BPD, penguatan transparansi dan akuntabilitas, sinergi dengan penegak hukum dan pemerintah daerah, optimalisasi pembangunan desa penyangga Jakarta.
“Kami siap bekerja sama dengan KPK, Kejaksaan, Kemendagri, dan pendamping desa untuk memastikan pembangunan desa tepat sasaran dan bebas masalah hukum,” ucap Rudy.
Pesan Sinergi dari Sekjen DPP
Sekjen DPP ABPEDNAS, Aditya Yusma, turut memeriahkan acara dengan empat pantun bernuansa kebangsaan dan kebersamaan, mengajak BPD dan pemerintah desa menjaga desa dan Indonesia.
Perkuat Pendampingan Hukum: ABPEDNAS & Kejaksaan Teken MoU
Pelantikan diakhiri dengan penandatanganan MoU dan PKS antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dan DPC ABPEDNAS Bogor. Kerja sama ini mencakup pendampingan hukum, Jaga Desa, dan edukasi regulasi bagi aparatur desa.
DPC ABPEDNAS Bogor periode 2025–2030 berkomitmen untuk: meningkatkan kompetensi BPD melalui pelatihan dan sertifikasi, mendorong transparansi keuangan desa, dan menggerakkan program Desa Taat Regulasi dan Bebas Penyimpangan.
Pelantikan ini menjadi momentum baru bagi gerakan penguatan BPD di Kabupaten Bogor, menuju tata kelola desa yang lebih profesional, modern, dan berdaya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

