Lebaran Kukusan Bidik Rekor MURI 2027, Pawai Rantangan Jadi Andalan

By Achmad Soleh 14 Apr 2026, 11:50:58 WIB Daerah
Lebaran Kukusan Bidik Rekor MURI 2027, Pawai Rantangan Jadi Andalan

Keterangan Gambar : Pawai rantangan dalam Lebaran Kukusan.


BERNUSA.COM, Depok – Panitia Lebaran Kukusan terus mematangkan langkah untuk membidik pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2027. Pawai rantangan pun disiapkan sebagai andalan utama dalam upaya meraih rekor tersebut.

Optimisme ini menguat seiring suksesnya penyelenggaraan Lebaran Kukusan yang telah digelar sebanyak empat kali dan selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Ketua Panitia Lebaran Kukusan Depok, Rian Indra, menyampaikan bahwa progres menuju pemecahan rekor MURI telah dimulai sejak tahun ini. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah proses pendaftaran resmi ke pihak MURI.

Baca Lainnya :

“Pelaksanaan Lebaran Kukusan tahun ini menjadi pijakan penting karena sudah masuk tahap persiapan. Kami telah mendaftarkan Lebaran Kukusan ke MURI sebagai bagian dari upaya pemecahan rekor pawai rantangan terbanyak di Indonesia pada 2027,” ujarnya, pada Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, tradisi rantangan yang diangkat dalam Lebaran Kukusan bukan sekadar atraksi seremonial, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat sebagai simbol berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, tingginya partisipasi warga menjadi modal utama untuk mencapai target tersebut. Ribuan masyarakat terlibat dalam pawai rantangan serta kegiatan makan bersama yang menjadi ciri khas Lebaran Kukusan.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan target pemecahan rekor MURI sangat realistis untuk dicapai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rian menegaskan bahwa upaya pemecahan rekor ini juga sejalan dengan tujuan pelestarian budaya lokal. Nilai kebersamaan dan gotong royong terus dijaga melalui partisipasi swadaya masyarakat, termasuk tradisi berbagi makanan kepada sesama.

“Kami mohon dukungan dari semua pihak agar rencana pemecahan rekor MURI 2027 ini dapat terwujud sekaligus menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya di masyarakat,” tutupnya.(AS/BN).