- Munjirin: Penanganan Sampah Jakarta Timur Capai 729,72 Ton hingga Juli 2026
- Pemkab Bekasi Matangkan Regulasi Pilkades Serentak 2026, Fokus Wujudkan Demokrasi Desa Berkualitas
- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
Lebih Hemat, Lebih Sehat: Air PAM Jaya Kurangi Beban Warga

Keterangan Gambar : Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute
JAKARTA — Perluasan layanan air perpipaan oleh PAM Jaya dinilai mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan warga.
Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menilai kehadiran akses air bersih yang lebih merata menjadi salah satu intervensi paling konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkotaan.
“Selama ini banyak warga mengeluarkan biaya besar untuk membeli air atau mengandalkan sumber yang kualitasnya tidak terjamin. Dengan layanan perpipaan, beban itu bisa ditekan secara signifikan,” ujar Agung dalam keterangannya.
Baca Lainnya :
- Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Sekda DKI: Momentum Perkuat Persatuan Warga0
- Percepatan Jaringan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat0
- Menata Ulang Bantar Gebang: Antara Tragedi dan Tanggung Jawab Tata Kelola.0
- PAM Jaya Targetkan Akses Air Bersih 100 Persen di Jakarta pada 20290
- Bayang-Bayang Perang Timur Tengah0
Menurut dia, efisiensi pengeluaran tersebut bukan hanya berdampak pada ekonomi rumah tangga, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk mengalokasikan anggaran ke kebutuhan yang lebih produktif, seperti pendidikan dan kesehatan.
Agung juga menekankan bahwa aspek kesehatan menjadi keuntungan lain yang tidak kalah penting. Air perpipaan yang telah melalui proses pengolahan dinilai lebih aman dibandingkan air tanah yang berisiko tercemar, terutama di wilayah dengan kepadatan tinggi.
“Akses terhadap air bersih itu langsung berkorelasi dengan penurunan risiko penyakit berbasis lingkungan. Artinya, bukan hanya hemat dari sisi konsumsi air, tapi juga berpotensi mengurangi biaya berobat,” katanya.
Lebih lanjut, ia melihat langkah PAM Jaya dalam memperluas jaringan distribusi sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan lingkungan di Jakarta, termasuk penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah.
“Kalau ketergantungan terhadap air tanah bisa dikurangi, itu bukan hanya menyelesaikan masalah hari ini, tapi juga menyelamatkan Jakarta ke depan,” ujarnya.
Ia pun mendorong agar upaya perluasan layanan ini terus dipercepat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Bagi Agung, air bersih bukan sekadar layanan dasar, melainkan fondasi penting bagi pembangunan kota yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan. Ketika akses air membaik, dampaknya tidak hanya terasa di keran rumah warga, tetapi juga dalam kualitas hidup secara keseluruhan.
_-_Copy.png)








_(1).png)

