- Menkop Ferry Dorong Kopdit Obor Mas NTT Jadi Kebanggaan Nasional
- Di Paris, Prabowo dan Macron Bahas Pertahanan hingga IEU-CEPA
- Pengamat UMKM Soroti Pendampingan Jakpreneur, Minta Evaluasi Kinerja Pendamping di Lapangan
- AHY Tegaskan Politik Perempuan Bukan Formalitas
- Audiensi PB PRSI dengan Kemenpora RI Bahas Dukungan Olimpiade Robotika 2026
- BNI Distribusikan 1.200 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah Indonesia
- LPDB Koperasi Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait Dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- SMP Islam Mentari Indonesia Gelar Pameran Karya Robotik Siswa Bersama PRSI
- GMNI DKI Ajukan Dokumen Amicus Soal UU TNI
PAM Jaya Targetkan Akses Air Bersih 100 Persen di Jakarta pada 2029

Keterangan Gambar : Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute
JAKARTA- PAM Jaya menargetkan seluruh wilayah Jakarta dapat terakses layanan air bersih pada 2029. Target tersebut dinilai sebagai langkah strategis, namun tetap memerlukan pengawasan ketat agar implementasinya berjalan adil dan merata.
Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, mengatakan bahwa penyediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keadilan sosial.
“Target 100 persen akses air bersih harus dipastikan tidak hanya tercapai secara angka, tetapi juga adil dalam distribusinya. Jangan sampai wilayah yang selama ini sudah terlayani justru kembali menjadi prioritas, sementara kawasan padat dan masyarakat berpenghasilan rendah tetap tertinggal,” ujar Agung dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).
Baca Lainnya :
- Ketua PW. Formula DKI Jakarta Apresiasi Ketua Umum FLO, Mengajak Ormas Untuk Jaga Jakarta 0
- Elva PSI Bicara Pentingnya Psikolog Anak dan Guru Bimbingan Konseling di Jakarta0
- Charly Van Houten Meriahkan Buka Puasa Ayo Jaga Jakarta, 100 Yatim Terima Bingkisan0
- Gagal Bereskan Masalah Sampah yang Menahun, August PSI Tegur Pramono di Rapat Paripurna DPRD0
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia0
Menurut dia, hingga saat ini masih terdapat ketimpangan akses air bersih di Jakarta. Sebagian warga telah menikmati layanan perpipaan, sementara sebagian lainnya masih bergantung pada air tanah atau membeli air dengan biaya yang lebih tinggi.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan menyeluruh dalam tata kelola air bersih di ibu kota, termasuk mengatasi persoalan kebocoran jaringan dan menjaga kualitas air.
Selain itu, Agung juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa target besar seperti ini harus diiringi dengan akuntabilitas yang jelas agar dapat diawasi oleh publik.
“Tanpa transparansi dan pengawasan publik, target ini berisiko menjadi sekadar ambisi di atas kertas. Yang dibutuhkan adalah komitmen nyata dalam pelaksanaan di lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa peningkatan layanan air perpipaan juga memiliki dampak penting terhadap lingkungan. Pengurangan penggunaan air tanah dinilai dapat membantu menekan laju penurunan muka tanah yang selama ini menjadi salah satu persoalan serius di Jakarta.
Karena itu, Agung mendorong agar program penyediaan air bersih ini tidak hanya berorientasi pada capaian jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan kota.
“Ini bukan sekadar proyek layanan publik, tetapi bagian dari upaya menyelamatkan Jakarta secara keseluruhan,” ujarnya.
Dengan demikian, target 2029 diharapkan tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga momentum untuk memastikan bahwa akses air bersih benar-benar dapat dinikmati oleh seluruh warga Jakarta secara adil dan berkelanjutan.
_-_Copy.png)



.jpg)




_(1).png)

