Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan

By Goenk1975 13 Jul 2026, 13:52:04 WIB Kesehatan
Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan

Keterangan Gambar : Miftahul Firdaus, Ketua KPW Rekan Indonesia Sumsel


Bernusa.com. PALEMBANG – Seorang pasien bayi bernama Shanum Kyara Anjani kembali mendapatkan perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang setelah menjalani operasi lanjutan yang merupakan tindakan operasi ketiga, Senin (13/7/2026). Sebelumnya, pihak keluarga sempat menyampaikan permohonan agar bayi tersebut dapat dipindahkan ke ruang NICU karena merasa trauma setelah menjalani perawatan lebih dari sepekan di ruang neonatus.

Berdasarkan informasi yang diterima, operasi lanjutan telah dilaksanakan pada pagi hari dan kondisi pasien kemudian dipindahkan kembali ke ruang NICU untuk mendapatkan perawatan intensif sesuai kebutuhan medis. Tindakan operasi tersebut ditangani oleh dr. Salita sebagai dokter bedah yang menangani pasien.

Ketua KPW Rekan Indonesia Sumatera Selatan, Miftahul Firdaus atau yang akrab disapa Avir, mengapresiasi langkah cepat yang akhirnya dilakukan sehingga pasien kembali memperoleh perawatan di ruang NICU. Menurutnya, kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi keluarga sekaligus mendukung proses pemulihan pasien.

Baca Lainnya :

"Alhamdulillah, kami mengapresiasi pihak rumah sakit yang telah menempatkan kembali pasien di ruang NICU setelah operasi ketiga dilakukan. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan bayi menjadi prioritas utama dan keluarga mendapatkan kepastian mengenai proses penanganan yang sedang dijalankan," ujar Avir.

Namun demikian, Avir menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari kualitas komunikasi dan pendampingan kepada keluarga pasien.

"Ketika keluarga sampai menyampaikan rasa trauma terhadap ruang perawatan sebelumnya, itu harus menjadi bahan evaluasi. Rumah sakit perlu membangun komunikasi yang lebih empatik, memberikan penjelasan medis secara utuh, dan memastikan keluarga merasa didengar selama proses pengobatan berlangsung," katanya.

Menurut Avir, fasilitas kesehatan rujukan tertinggi di Sumatera Selatan memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan pasien dan keluarganya.

"Kami berharap pelayanan kesehatan di Sumatera Selatan terus berbenah. Persoalan pelayanan sering kali bukan semata soal fasilitas atau tenaga medis, tetapi juga bagaimana sistem mampu merespons keluhan masyarakat secara cepat, transparan, dan manusiawi. Kepercayaan publik akan tumbuh apabila setiap keluhan dijadikan bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai gangguan," tegasnya.

Rekan Indonesia Sumatera Selatan, lanjut Avir, akan terus menjalankan fungsi pendampingan terhadap masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan, sekaligus mendorong terciptanya sistem pelayanan publik yang semakin responsif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang mengenai perpindahan pasien ke ruang NICU maupun tanggapan atas aspirasi yang disampaikan keluarga pasien.