- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
- Zakat dan Sumbangan PMI: Berbeda Dasar Hukum, Tak Bisa Membenarkan Pemaksaan
- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
Satpam Tumbang Usai Jaga Malam, Keluarga Panik Karena BPJS Tak Aktif, Rekan Indonesia Tangsel Turun Tangan

Keterangan Gambar : Sulsitiyo saat mendampingi warga
Bernusa.com. TANGERANG SELATAN – Nasib nahas menimpa Sahrul Bakri, seorang petugas keamanan (sekuriti) di salah satu kafe di Tangerang Selatan. Usai menjalani tugas jaga malam, Sahrul mendadak pingsan akibat serangan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Insan Permata untuk mendapatkan pertolongan medis.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/6/2026). Menurut keterangan keluarga, Sahrul baru saja pulang bekerja ketika tiba-tiba kondisinya menurun hingga tidak sadarkan diri. Keluarga yang panik kemudian segera membawa Sahrul ke rumah sakit.
Namun, di tengah kondisi darurat itu, keluarga dihadapkan pada persoalan lain. BPJS Ketenagakerjaan milik Sahrul diketahui belum aktif, sehingga keluarga khawatir pengobatan yang dibutuhkan tidak dapat berjalan dengan lancar.
Baca Lainnya :
- Pemilik SPPG Dan Dapur MBG Jangan Ganggu Presiden Evaluasi Total MBG.0
- Relawan Kesehatan Indonesia Dampingi Pasien Asam Lambung ke IGD RS Polri0
- Rekan Indonesia Bongkar 6 Kelemahan RUU HAM, Ini Usulan Lengkapnya0
- Rekan Indonesia Dukung RUU HAM, Dorong Penguatan Hak Atas Kesehatan0
- Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.0
Dalam situasi penuh kepanikan tersebut, keluarga akhirnya meminta bantuan Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia untuk melakukan pendampingan.
Ketua KPD Rekan Indonesia Tangerang Selatan, Sulistiyo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga pasien.
"Begitu menerima informasi, kami segera melakukan pendampingan agar pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Jangan sampai masyarakat kesulitan berobat hanya karena terkendala administrasi," ujar Sulistiyo, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga, Rekan Indonesia membantu proses pendaftaran BPJS Mandiri agar keberlangsungan pengobatan Sahrul dapat terjamin.
Menurut Sulistiyo, kasus yang dialami Sahrul menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan aktif, terutama para pekerja yang bergantung pada kepesertaan dari tempat kerja.
"Kesehatan adalah hak setiap warga negara. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan status kepesertaan BPJS dalam kondisi aktif. Jika mengalami kendala, Rekan Indonesia siap hadir untuk mendampingi," tegasnya.
Selain mendampingi proses pengobatan, Rekan Indonesia juga turut membantu keluarga yang saat ini sedang mengurus proses perpindahan administrasi kependudukan dari Jawa Tengah ke Tangerang Selatan.
Kehadiran Rekan Indonesia dalam kasus ini kembali menunjukkan pentingnya solidaritas sosial di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kondisi darurat kesehatan.
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
