- Disegel Tetapi Pembangunan Terus Berjalan, Kevin Wu Desak Usut Lapangan Padel di Aset Pemprov DKI
- Politisi Muda Partai Ummat Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Dikabarkan Mundur Dari Jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat
- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi
- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
Peran Strategis Dinas PPKUKM DKI Jakarta di Tengah Krisis Ekonomi Global
Oleh : Agung Nugroho, Pelaku UMKM Produksi Pempek & Dimsum

Keterangan Gambar : Agung Nugroho Dan Kedai Pempeknya
Bernusa.com. JAKARTA— Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak negara. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dinamika geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga fluktuasi harga komoditas telah memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi, termasuk di Indonesia. Dalam situasi seperti ini, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan investasi besar sebagai penggerak pertumbuhan, tetapi juga perlu memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan yang terbukti memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi krisis.
Dalam konteks tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki posisi yang sangat strategis. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja Indonesia. Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa penguatan UMKM bukan sekadar kebijakan sektoral, melainkan bagian penting dari strategi menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Sebagai pusat perekonomian Indonesia, Jakarta menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Tingginya biaya operasional usaha, percepatan transformasi digital, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta persaingan produk dari berbagai daerah maupun luar negeri menuntut pelaku UMKM untuk terus meningkatkan daya saingnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah dituntut hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu membangun ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- GMNI DKI Tuntut Kemenhan-TNI: Jangan Lindungi Kolonel Koruptor!0
- Bank Jakarta dan BEI Tekankan Transformasi serta Kualitas Hadapi Tantangan Ekonomi0
- Pemkot Surabaya Gandeng MUI kota Surabaya Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah 0
- Bom Waktu Ekonomi 2026: Ancaman Nyata Badai PHK Massal0
- Permudah Akses Warga Ciracas-Rambutan, Jembatan Pule Ciracas Kembali Beroperasi0
Di sinilah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta menjalankan peran strategisnya. Melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, pendampingan usaha, fasilitasi legalitas dan sertifikasi, perluasan akses pembiayaan, digitalisasi pemasaran, hingga promosi produk, Dinas PPKUKM berupaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pendekatan tersebut sejalan dengan paradigma pembangunan ekonomi yang menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai inti kebijakan. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dibelanjakan, melainkan dari sejauh mana kebijakan mampu menciptakan masyarakat yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.
Secara ekonomi, penguatan UMKM juga menghasilkan multiplier effect yang luas. Ketika satu UMKM berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga oleh pemasok bahan baku, tenaga kerja, pelaku distribusi, hingga meningkatnya aktivitas perdagangan di lingkungan sekitar. Semakin banyak UMKM yang tumbuh, semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di tingkat lokal. Dengan demikian, pembinaan UMKM merupakan investasi pembangunan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat sosial.
Namun demikian, tantangan ke depan tidak semakin ringan. Digitalisasi ekonomi, pemanfaatan kecerdasan buatan, perubahan preferensi konsumen, serta meningkatnya persaingan global mengharuskan UMKM terus bertransformasi. Karena itu, pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, penguatan akses pasar, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan komunitas.
Lebih dari itu, pengembangan UMKM seharusnya menjadi agenda pembangunan lintas pemerintahan. Program-program yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat perlu dijaga kesinambungannya agar pelaku usaha memperoleh kepastian dalam mengembangkan usahanya. Keberlanjutan kebijakan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata tercermin dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi atau besarnya investasi yang masuk ke suatu daerah. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pertumbuhan tersebut mampu menciptakan kesempatan kerja, memperluas peluang berusaha, mengurangi kesenjangan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM merupakan salah satu strategi paling rasional untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah. Dalam kerangka itulah, peran Dinas PPKUKM DKI Jakarta menjadi penting sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Apabila pembinaan terhadap UMKM terus diperkuat secara konsisten, didukung inovasi kebijakan, serta melibatkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, Jakarta tidak hanya akan mempertahankan posisinya sebagai pusat ekonomi nasional, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pembangunan ekonomi dapat bertumpu pada kekuatan rakyat melalui UMKM yang tangguh, produktif, dan berdaya saing.
_-_Copy.png)









_(1).png)
