- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
Pemkot Surabaya Gandeng MUI kota Surabaya Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Keterangan Gambar : Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar acara Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Lintas Sektoral
BERNUSA.COM: Surabaya - Upaya untuk mensukseskan BIAS yakni bulan imunisasi Anak Sekolah, Pemerintah kita Surabaya melalui dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar acara Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026 di Graha Sawunggaling, Jumat 26 Juni 2026.
Pemkot Surabaya dalam hal ini mengundang Ketua MUI Kota Surabaya KH Muhaimin Ali sebagai narasumber, keterlibatan tokoh agama ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya memperkuat edukasi kepada masyarakat sekaligus menjawab keraguan terkait pelaksanaan imunisasi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 350 peserta dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan dan keagamaan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi, khususnya di wilayah dengan kategori risiko tinggi (high risk).
Baca Lainnya :
- Banyak Yang Mementingkan Gelar Dari Pada Keahlian atau Keterampilan0
- Film CLBK Siap Sentuh Hati Penonton dengan Romansa Usia Senja yang Menginspirasi0
- Resmi Jadi Sayap Partai, Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia Siap Kawal Informasi Berkualitas0
- Heikal Safar Apresiasi Strategi Jitu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Di Dukung Warga Jakarta0
- Satpam Tumbang Usai Jaga Malam, Keluarga Panik Karena BPJS Tak Aktif, Rekan Indonesia Tangsel Turun Tangan0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., FINACS., FICS., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sebelum acara dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, S.Farm., Apt. Dalam kesempatan itu, seluruh pemangku kepentingan diajak menyamakan persepsi untuk mendukung keberhasilan program BIAS Tahun 2026.
Sorotan utama kegiatan ini adalah pemaparan Ketua MUI Kota Surabaya sekaligus Wakil Ketua FKUB Kota Surabaya, Drs. K.H. Muhaimin Ali, mengenai Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi. Materi tersebut disampaikan sebagai penguatan perspektif keagamaan dalam mendukung program imunisasi nasional.
"Masyarakat tidak perlu lagi ragu terhadap imunisasi karena imunisasi adalah upaya untuk menciptakan kekebalan tubuh serta melindungi kekebalan kesehatan anak terhadap timbulnya penyakit yang nantinya bisa menjadikan Kecamatan organ tubuh seumur hidup atau menyebabkan kematian",tegas KH Muhaimin Ali
Ia menjelaskan bahwa masih beredarnya hoaks mengenai kehalalan vaksin dan kekhawatiran terhadap efek samping pascaimunisasi menjadi tantangan dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Menurutnya, edukasi yang melibatkan tokoh agama diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
K.H. Muhaimin Ali menambahkan, menjaga kesehatan anak melalui imunisasi merupakan ikhtiar melindungi jiwa yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Selain menghadirkan Ketua MUI Kota Surabaya, diskusi panel juga diisi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, drg. Sulvi Dwi Anggraeni, M.Kes., yang memaparkan strategi optimalisasi imunisasi sekolah. Implementasi SKB Empat Menteri turut dibahas bersama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Surabaya.
Sekretaris IDAI Cabang Jawa Timur, Dr. dr. Dwiyanti Puspitasari, Sp.A(K)., melengkapi pembahasan dengan materi mengenai keamanan dan efektivitas vaksin. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa imunisasi merupakan upaya pencegahan yang aman dan efektif terhadap berbagai penyakit menular.
Melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Surabaya optimistis pelaksanaan BIAS Tahun 2026 dapat berjalan optimal. Keberhasilan program ini diharapkan mampu meningkatkan kekebalan kelompok serta melindungi anak-anak Surabaya dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
