- Jelang Hari Anak Nasional, Ghost Buzzer Tawarkan Hiburan Keluarga dengan Nuansa Horor Edukatif
- Ketum Skiber Nyatakan Sikap Siap Mendukung Dan Mengawal Program Prabowo-Gibran Hingga Akhir Masa Jabatan 2029
- RISNU: Khitanan Massal di Ikuti 40 Anak Dari Berbagai Wilayah Sekitar Kalibata
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Gurudin Kalibata
- PDMI Desak Kepastian Hukum bagi 1.023 Dokter Muda Retaker UKMPPD
- Wamenaker dan Desk Ketenagakerjaan Mabes Polri Tangani Sengketa PHK PT Amos Indah Indonesia.
- Acara Wisuda dan Rekreasi Renang PAUD Melati 08 Kalibata Berlangsung Ceria
- AHWA Jangan Kehilangan Ruh! PWNU DKI Serukan Kembali ke Qanun Asasi NU
- Pelibatan TNI Hadang Mahasiswa Demonstrasi Kemunduran Negara Demokrasi, KAMDAGRI Tanggung Jawab POLRI
- Gugum A. Ramdhani: Kesederhanaan Ali Khamenei Menjadi Teladan Kepemimpinan
Elva PSI Bicara Pentingnya Psikolog Anak dan Guru Bimbingan Konseling di Jakarta

Keterangan Gambar : Elva, Anggota DPRD DKI Jakarta
BERNUSA.COM: JAKARTA, 6 Maret 2026, Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi E terhadap Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyuarakan perlunya psikolog sebagai pendamping anak-anak di panti-panti sosial dan anak.
“Saya sudah pernah sampaikan ini sebelumnya, saya agak concern di panti sosial dan di panti anak. Itu mohon, mungkin di sini saya nggak tahu sudah masuk atau belum di Ranwal (Rencana Awal) 2027 itu perihal psikolog anak,” ucap Elva kepada mitra kerja Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada hari Rabu (4/3/2026) lalu.
Ia beralasan bahwa anak-anak yang ia temui baik di panti sosial maupun panti anak sangat bersemangat untuk menceritakan perasaan-perasaannya, tetapi kerap tidak mendapatkan lawan berbicara yang bisa mendengarkannya dengan baik.
Baca Lainnya :
“Karena saya beberapa kali kunjungan ke sana, anak-anak ini attached sekali. Jadi, mereka ketika ada orang baru begitu ya, mereka itu sangat bersemangat dan langsung bercerita,” sambungnya.
Adapun Raker Komisi E mengenai Pra-RKPD itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin. Menurut Elva wajar apabila anak-anak yang masih muda ingin bercerita dan didengar oleh orang-orang dewasa.
“Dan memang kan usia anak-anak di panti asuhan ini adalah usia-usia di mana mereka butuh sosok yang jadi pengasuh. Oleh karena itu, saya pikir ini penting ada psikolog anak yang stand-by di panti asuhan anak Pak,” imbuh Elva mendorong agar Pemprov DKI Jakarta dapat menghadirkan psikolog anak yang bisa tinggal di panti-panti sosial dan anak.
Tidak hanya menyangkut panti-panti sosial dan anak saja, Elva juga mempertanyakan apakah Disdik DKI Jakarta sudah berencana untuk meningkatkan kapasitas guru-guru bimbingan konseling (BK).
“Di RKPD 2027 ini apakah sudah masuk juga program peningkatan kapasitas guru BK,” ucapnya mengutarakan bahwa kehadiran guru BK penting untuk perkembangan siswa-siswa di sekolah.
_-_Copy.png)








_(1).png)

