- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
- Heikal Safar SH Dukung TNI Menolak Backingin Koruptor.!! Saat Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi Raksasa
- Maman Abdurrahman: AI Bukan Lagi Masa Depan, Kini Jadi Kebutuhan UMKM Indonesia
Bambang Susilo: Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan untuk Indonesia Inklusif
Langkah Bamsoes Menjadikan Tantangan Sebagai Jalan Pengabdian untuk Bangsa

Keterangan Gambar : Bambang Susilo, A.Md, saat mengikuti Program Pendidikan dan Pelatihan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANNAS RI), sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan strategis.
Bambang Susilo, A.Md atau yang akrab disapa Bamsoes lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 10 Maret 1977. Ia dikenal sebagai sosok pengusaha muda dan politisi muda disabilitas nasional yang inspiratif, dengan komitmen tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum disabilitas di Indonesia.
Sejak menempuh pendidikan di Politeknik API Yogyakarta dengan jurusan Perpajakan, Bambang — atau yang akrab disapa Bamsoes — menunjukkan ketertarikannya pada bidang ekonomi dan kewirausahaan. Ia kemudian memperluas wawasannya melalui Program ALA Scholarship di Flinders University, Adelaide, Australia, yang memperkuat pengetahuan dan jejaring internasionalnya dalam bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Saat ini, Bamsoes melanjutkan pendidikan tingkat lanjut di bidang perpajakan di kampus yang sama, seiring dibukanya program Sarjana (S1) Perpajakan. Ia menuturkan bahwa saat dirinya kuliah dahulu, program tersebut belum tersedia, dan kini ia didorong untuk melanjutkan pendidikannya guna memperdalam keahlian serta memperkuat kapasitas akademiknya di bidang yang menjadi fokus perjuangannya.
Karier profesionalnya dimulai sebagai konsultan pajak di Achmad Dasim Tax Consultant sebelum akhirnya mendirikan berbagai usaha mandiri. Ia kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Bambs Messir Mukti, Komisaris PT Mega Messir Tambang Indonesia, serta pemilik Bambs Transport dan Rumah Makan Wedang Sawah. Kiprahnya mencerminkan semangat kewirausahaan yang kuat dan kemampuan manajerial yang matang di berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga kuliner.
Dalam dunia organisasi, Bambang aktif dan dipercaya memegang sejumlah posisi strategis. Ia merupakan Pendiri sekaligus Ketua Umum PERPEDIN (Perkumpulan Pengusaha Disabilitas Indonesia), wadah perjuangan dan pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas di Tanah Air. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI), Ketua Dewan Pakar PORTADIN (Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia), Anggota Luar Biasa KADIN Indonesia, serta Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar.
Bamsoes juga aktif dalam kegiatan strategis kenegaraan sebagai anggota Senat P3N XXVI LEMHANAS RI, memperluas perannya dalam ranah kebangsaan dan pembangunan nasional.
Salah satu gagasan besar yang kini tengah ia perjuangkan adalah mendorong Presiden Republik Indonesia untuk membentuk Kementerian Disabilitas, sebagai langkah konkret memperjuangkan hak dan kesejahteraan 28 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia berdasarkan data WHO, serta 23 juta jiwa menurut data Sensus Nasional BPS.
Gagasan ini mencerminkan visi Bamsoes untuk menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif, terarah, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat disabilitas.
Kiprah dan dedikasi Bambang Susilo menggambarkan semangat juang yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga pada kemajuan sosial dan kemandirian ekonomi bangsa, terutama dalam memperjuangkan kesetaraan dan pemberdayaan kaum disabilitas Indonesia.
_-_Copy.png)








_(1).png)

