- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
Dorong Ekonomi Maritim, Pemerintah Bangun SPBU Nelayan Dikelola Koperasi

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono di acara pembangunan SPBU Nelayan milik KUD Bina Mina di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Rabu (12/11/2025).
BERNUSA.COM, Lampung Timur,– Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono melakukan peletakan batu pertama pembangunan SPBU Nelayan milik KUD Bina Mina di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Rabu (12/11/2025).
Dalam sambutannya, Menkop menegaskan bahwa pembangunan SPBU Nelayan berbasis koperasi menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi maritim yang berkeadilan.
“Ini menunjukkan bahwa koperasi nelayan bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama ekonomi di wilayah pesisir,” ujar Ferry.
Baca Lainnya :
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, serta jajaran pengurus koperasi.
Menurut Menkop, kehadiran SPBU Nelayan bukan hanya menyediakan akses BBM yang lebih mudah bagi nelayan, tetapi juga menempatkan koperasi sebagai aktor strategis dalam rantai nilai ekonomi kelautan.
“Model pengelolaan SPBU Nelayan ini akan menjadi percontohan nasional. Ke depan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan dilibatkan dalam pengelolaan SPBU di desa-desa nelayan,” jelasnya.
Koperasi Jadi Motor Ekonomi Maritim
Menkop menyebut sektor kelautan dan perikanan adalah pilar utama ekonomi biru berkelanjutan. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 65 titik SPBU Nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dikelola koperasi.
Hingga kini, tercatat sudah ada 416 SPBU Nelayan di seluruh Indonesia, dengan 61 unit di antaranya dimiliki koperasi.
“Model koperasi terbukti mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi anggota dan masyarakat sekitar,” tambah Ferry.
Pada kesempatan yang sama, Menkop juga meluncurkan Buku Pedoman Kemitraan Usaha SPBU Nelayan yang menjadi panduan nasional bagi koperasi nelayan dalam menjalin kemitraan dengan Pertamina Patra Niaga dan pemerintah daerah.

Dukungan Daerah dan Pertamina
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengungkapkan bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai gerbang maritim nasional. Dari 131 desa nelayan, baru terdapat enam SPBU Nelayan yang aktif.
“Kita akan dorong berdirinya SPBU Nelayan di seluruh kabupaten dan kota agar nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar,” tegasnya.
Sementara itu, Dirut PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan komitmen Pertamina untuk terus mendukung penyediaan energi bagi nelayan.
“Kami akan memperluas jaringan SPBU Nelayan melalui kemitraan dengan koperasi, termasuk menjual produk pelumas Pertamina di desa-desa nelayan,” ujar Mars Ega.
Menurutnya, Pertamina juga siap memperkuat kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih untuk memperluas akses energi di kawasan pesisir.
“Kuota solar kita besar, tapi masih kurang outlet di wilayah nelayan. Karena itu, koperasi perlu lebih aktif mendirikan SPBU sendiri,” ujarnya menutup.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

