- Relawan Kesehatan Dinilai Berperan Menjaga Akses dan Keadilan Layanan Kesehatan
- Israel, Korea Utara, dan Bahasa Politik Global
- Ekosistem Musik Bersatu, Cita Svara Indonesia Siap Dorong Musik Nusantara ke Panggung Dunia
- Menteri UMKM Tekankan Pentingnya Perkuat Pasar Dalam Negeri
- KBSI dan FBTPI–KPBI Luncurkan Posko Pengaduan THR
- PRSI dan Wapres Gibran Tinjau Proyek Robotik Santri di Pesantren Baitul Arqom Bandung
- Netanyahu dan Arah Politik Luar Negeri Amerika
- Cegah Genangan dan Banjir, PLN UID Jakarta Raya Salurkan Bantuan Sanitasi di Jakarta Selatan
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution Tinjau Langsung Pengamanan Cap Go Meh di Klenteng Kim Hin Kiong
Ekosistem Musik Bersatu, Cita Svara Indonesia Siap Dorong Musik Nusantara ke Panggung Dunia

Keterangan Gambar : Cita Svara Indonesia menggelar acara buka puasa bersama sekaligus Press Gathering yang digelar di kawasan Ampera Raya, Cilandak Jakarta, Kamis,(5/3).
BERNUSA.COM, Jakarta – Menjelang peringatan Hari Musik Nasional yang jatuh setiap 9 Maret, komunitas pelaku musik yang tergabung dalam Cita Svara Indonesia (CSI) menyerukan pentingnya sinergi antara musisi, ekosistem industri musik, serta pemerintah untuk mendorong kemajuan musik Indonesia hingga mampu bersaing di panggung dunia.
Hari Musik Nasional sendiri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Penetapan tersebut bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia sekaligus memotivasi para insan musik untuk terus berkarya dan berprestasi.
Memasuki tahun 2026, peringatan Hari Musik Nasional telah mencapai tahun ke-13 sejak pertama kali diperingati pada 2013.
Baca Lainnya :
Momentum tersebut dimanfaatkan oleh Cita Svara Indonesia untuk memperkenalkan diri kepada publik melalui acara buka puasa bersama sekaligus Press Gathering yang digelar di kawasan Ampera Raya, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, CSI mengusung tagline “Beda Masa Satu Rasa”, yang mencerminkan semangat bahwa zaman boleh berubah, namun kecintaan terhadap musik Indonesia tetap sama.
“Beda masa boleh berganti, tetapi rasa tetap sama. Semangat itu yang ingin kami gaungkan melalui Cita Svara Indonesia,” ujar artis kawakan sekaligus salah satu pendiri CSI, Connie Constantia, kepada awak media.
Digerakkan Pelaku Musik Berpengalaman
Cita Svara Indonesia merupakan wadah yang beranggotakan para pelaku aktif dalam ekosistem musik Indonesia yang telah berkecimpung di industri musik sejak era 1980 hingga 1990-an.
Pengalaman panjang di dunia musik mendorong para anggotanya untuk menyatukan visi dan misi serta menghimpun energi baru demi memperkuat posisi musik Indonesia di kancah nasional maupun internasional.
Organisasi ini dibentuk sebagai elemen sinergi yang siap mendukung pengembangan potensi musik Indonesia sebagai industri kreatif yang kuat, sekaligus mendorong kolaborasi sehat antar musisi di seluruh Indonesia.
“Musik memajukan bangsa menjadi landasan dasar pemikiran kami dalam membentuk Cita Svara Indonesia,” ungkap Connie.
Kebhinekaan Musik Indonesia Jadi Kekuatan
Menurut Connie, keberagaman musik Indonesia merupakan kekuatan besar yang memiliki potensi untuk mendunia. Namun di sisi lain, arus budaya luar yang semakin kuat juga menjadi tantangan tersendiri bagi eksistensi budaya Nusantara.
" Jika tidak dikelola dengan baik, arus tersebut dikhawatirkan dapat menggeser selera publik dan perlahan menggerus identitas budaya lokal," katanya.
Karena itu, Ia menilai penting adanya sinergi antara pelaku musik, ekosistem industri, serta dukungan pemerintah melalui kementerian terkait guna membangun kemitraan strategis yang mampu memperkuat kedaulatan musik Indonesia di negeri sendiri.
“Indonesia tidak seharusnya hanya menjadi pasar musik internasional. Musisi dan penyanyi Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dan meraih respons positif di pasar musik global,” jelasnya.
Momentum Hari Musik Nasional
Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Hari Musik Nasional 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya sinergi yang lebih kuat antar pelaku musik Indonesia.
“Melalui kerja sama yang solid antara musisi, ekosistem industri, dan pemerintah, musik Indonesia diyakini mampu tampil lebih percaya diri dan memiliki gaung yang lebih besar di panggung dunia,” kata Giring.
Ia juga mengapresiasi peran media yang dinilai penting dalam mempromosikan karya musik nasional, termasuk musik daerah yang kini semakin mendapat ruang dan perhatian publik.
Menurutnya, perkembangan media digital dan media sosial memberikan kesempatan luas bagi musisi daerah untuk memperkenalkan karya mereka secara langsung kepada masyarakat.
Giring juga mengingatkan para musisi agar memaksimalkan penggunaan media sosial dalam membangun brand industri musik, sekaligus memperkuat ekosistem musik nasional melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Setiap rapat kami selalu ingat pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa memajukan sesuatu tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan swasta, kementerian, dan lembaga lainnya,” ujarnya.
Ia pun membuka ruang kerja sama bagi berbagai ide dan masukan dari para pelaku musik.
“Jika film bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka saya yakin musik Indonesia juga bisa menjadi raja dan ratu di negeri sendiri,” tutupnya.
Cita Svara Indonesia sendiri digerakkan oleh sejumlah pelaku musik berpengalaman, di antaranya Connie Constantia, Peter Frits Momor, Harry Koko Santoso, Jimmy Turangan, Maria Elizabeth, Lodewiyk Cornelis Ticoalu, Tony TSA, Boetje Tenda, Taraz Bistara, Hendrik Agustinus Siagian, Erby Dwitoro, Oleg Sanchabakhtiar, Setiadi Darmawan, Firdaus Fadlil, dan Gideon Momongan.
Dengan semangat “Beda Masa Satu Rasa”, kehadiran Cita Svara Indonesia diharapkan menjadi penggerak baru yang mampu menyatukan para pelaku musik lintas generasi, sekaligus memperkuat langkah musik Indonesia agar tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga mampu bergema di panggung dunia.(AS/BNI).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

