- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
- BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
FGD Indeks Ketahanan Daerah 2026 Jadi Wadah Validasi Data Ketahanan Daerah

Keterangan Gambar : Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026
BERNUSA.COM: Muara Teweh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muara Teweh, Rabu (03/06/2026).
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Barito Utara, Arsenuis Purwanto, SE, MM, mengatakan bahwa upaya pencegahan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sebagai langkah strategis dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Menurut Arsenuis, pelaksanaan FGD bertujuan menjadi wadah koordinasi untuk mengumpulkan, memverifikasi, dan memvalidasi data pendukung secara objektif dalam rangka mengukur kapasitas ketahanan daerah.
Baca Lainnya :
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghimpun dokumen capaian indikator serta meningkatkan kapasitas daerah guna menekan Indeks Risiko Bencana (IRB) di Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil perhitungan IKD nantinya menjadi salah satu instrumen penting untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan FGD tersebut diikuti oleh sejumlah perangkat daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Barito Utara.
Sebagai narasumber, BPBD menghadirkan tim dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memberikan pemaparan terkait indikator, mekanisme penilaian, serta evaluasi ketahanan daerah dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antarinstansi dalam meningkatkan ketahanan daerah dan mewujudkan Kabupaten Barito Utara yang lebih tangguh terhadap bencana.(rlf).
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
