- Menkop Ferry Dorong Kopdit Obor Mas NTT Jadi Kebanggaan Nasional
- Di Paris, Prabowo dan Macron Bahas Pertahanan hingga IEU-CEPA
- Pengamat UMKM Soroti Pendampingan Jakpreneur, Minta Evaluasi Kinerja Pendamping di Lapangan
- AHY Tegaskan Politik Perempuan Bukan Formalitas
- Audiensi PB PRSI dengan Kemenpora RI Bahas Dukungan Olimpiade Robotika 2026
- BNI Distribusikan 1.200 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah Indonesia
- LPDB Koperasi Gelar Pemotongan Hewan Kurban, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait Dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
- SMP Islam Mentari Indonesia Gelar Pameran Karya Robotik Siswa Bersama PRSI
- GMNI DKI Ajukan Dokumen Amicus Soal UU TNI
Film Meja Tanpa Laci, Sentil Krisis Integritas Penegakan Hukum di Indonesia

Keterangan Gambar : film layar lebar terbaru berjudul “Meja Tanpa Laci.”diharapkan menjadi refleksi sosial sekaligus kritik tajam terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia.
BERNUSA.COM, Jakarta, – Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, rumah produksi Reborn Initiative bersama sutradara Ody Harahap resmi mengumumkan produksi film layar lebar terbaru berjudul “Meja Tanpa Laci.”
Film ini diharapkan menjadi refleksi sosial sekaligus kritik tajam terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia yang kerap dipersepsikan publik sarat dengan praktik korupsi dan nepotisme.
Diproduseri oleh Deden Ridwan, film tersebut mengangkat kisah seorang polisi idealis bernama IPTU Dipa yang diperankan oleh Daffa Wardhana.
Baca Lainnya :
- Meriam Bellina Tampil Mengharukan di Final Poster Film Titip Bunda di Surga-Mu0
- Film \"DALAM SUJUDKU\" Cinta & Kesetiaan menjadi Drama Ujian Rumahtangga0
- Horor Romantis Berlatar Korea, Film Tolong Saya(Dowajuseyo) Angkat Kisah Arwah Pencari Keadilan0
- Syuting Langsung di Korea, Saskia Chadwick Buka Babak Baru Karier Internasional0
- Saskia Chadwick Dijuluki The Next Ratu Horor Indonesia, Bersinar di Film Kolaborasi Korea0
Karakter Dipa digambarkan sebagai simbol perjuangan kejujuran di tengah sistem birokrasi yang kompleks dan penuh tekanan.
Menurut Deden Ridwan, film ini mencoba mengajak masyarakat melihat bahwa di balik kemarahan dan sinisme publik terhadap aparat penegak hukum, masih ada harapan akan keadilan jika sistem diisi oleh orang-orang yang berintegritas.
“Film ini ingin menunjukkan bahwa meski kejujuran terasa mahal dan sulit diperjuangkan, harapan untuk keadilan tetap ada jika masih ada sosok-sosok yang tegak lurus,” ujar Deden.
Dalam proses kreatifnya, Ody Harahap berkolaborasi dengan penulis naskah Joko Nugroho untuk menghadirkan cerita yang realistis tentang tekanan moral yang dihadapi aparat penegak hukum di tengah sistem birokrasi yang telah lama terinfeksi praktik korupsi dan nepotisme.
“Film ini seperti berada di pinggir jurang. Kami ingin menggambarkan betapa beratnya menghadapi ketidakberdayaan ketika berhadapan dengan sistem yang sudah rusak hingga ke akar,” kata Ody.
Selain Daffa Wardhana, film “Meja Tanpa Laci” juga dibintangi oleh sejumlah aktor lintas generasi seperti Cut Mini Theo, Roy Marten, Surya Saputra, serta Arla Ailani.
Melalui film ini, Reborn Initiative berharap “Meja Tanpa Laci” tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu memicu diskusi publik yang sehat mengenai pentingnya integritas dalam penegakan hukum di Indonesia.
Film tersebut juga diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan moral bagi para aparat yang tetap mempertahankan integritasnya meski bekerja dalam tekanan sistem yang tidak selalu berpihak pada kejujuran.(AS/BN).
_-_Copy.png)



.jpg)




_(1).png)

