Forum Pemimpin BUMD Jakarta: Strategi Baru Bangun Ekonomi Daerah Berkelanjutan

By Achmad Soleh 17 Apr 2026, 22:02:29 WIB DKI Jakarta
Forum Pemimpin BUMD Jakarta: Strategi Baru Bangun Ekonomi Daerah Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar BUMD Leaders Forum sebagai langkah strategis memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pilar ekonomi


BERNUSA.COM, Jakarta, – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar BUMD Leaders Forum sebagai langkah strategis memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pilar ekonomi dalam mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global. Kegiatan yang diinisiasi Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta itu berlangsung di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Forum tersebut mempertemukan seluruh jajaran komisaris dan direksi BUMD DKI Jakarta. Hadir dalam acara itu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Yustinus Prastowo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Suharini Eliawati, Kepala BP BUMD, serta sejumlah pejabat lainnya.

Mengusung tema “Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi dalam Ekosistem Jakarta Global City”, Gubernur Pramono menegaskan forum ini menjadi ruang penting untuk menyamakan visi antar-BUMD.

Baca Lainnya :

    Menurutnya, kolaborasi antarperusahaan daerah sangat dibutuhkan di tengah dinamika geopolitik global, tekanan ekonomi dunia, hingga ancaman perubahan iklim seperti El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai April hingga September 2026.

    Pramono berharap dalam satu tahun ke depan seluruh BUMD mampu melakukan konsolidasi menyeluruh agar semakin kuat dan kompetitif. Ia menilai sejumlah BUMD seperti Bank Jakarta, PAM Jaya, dan Dharma Jaya kini telah berkembang melampaui skala lokal dan berpotensi memberi kontribusi lebih besar bagi ekonomi daerah.

    “BUMD Jakarta harus siap menghadapi tantangan eksternal dengan budaya perusahaan yang terbuka, transparan, dan profesional,” ujarnya.

    Selain penyelarasan visi, forum juga membahas sejumlah isu strategis seperti sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta, penjaminan proyek melalui Jamkrida Jakarta, serta optimalisasi aset BUMD.

    Kepala BP BUMD menjelaskan, fokus utama forum diarahkan pada penguatan daya saing, kesehatan perusahaan, serta peningkatan kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta.

    Forum ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya pada Desember 2025. Tiga agenda utama yang dibahas meliputi akselerasi investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing, pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis, serta peningkatan produktivitas aset strategis.

    Pada triwulan I 2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.

    Sebagai penutup acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta.

    Melalui komitmen dalam Collaboration Charter, BUMD Jakarta diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.(AS/BN).