- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
Wamen FaridaTegaskan Dekopinwil Ujung Tombak Gerakan Koperasi

Keterangan Gambar : Farida Farichah saat pengukuhan dan pelantikan Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah
BERNUSA.COM, Serang - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) berperan strategis untuk memastikan gerakan koperasi membawa sistem perekonomian nasional kembali lagi sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.
Hal itu di sampaikan Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah saat pengukuhan dan pelantikan Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Banten, Jumat (12/5), di Serang, Banten. Turut hadir Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, Gubernur Provinsi Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Provinsi Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Priskianto, dan Ketua Terpilih Dekopinwil Provinsi Banten Hasdi Sidik.
Ia menyebut pengukuhan ini merupakan momentum bagi Dekopinwil agar bergerak lebih kencang, lebih tepat, dan lebih luas untuk memastikan koperasi berjalan sesuai dengan amanat UUD. Dengan adanya program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menyadarkan bahwa urusan koperasi merupakan tanggung jawab semua pihak. Ia menyebutkan keberhasilan KDKMP menjadi ujung tombak, untuk mewujudkan pergerakan perekonomian kerakyatan dalam bentuk koperasi.
Baca Lainnya :
"Momentum kali ini kita pastikan agar apa yang menjadi program strategis nasional dalam bentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini tidak berjalan sendiri," kata Wamenkop.
Ia menegaskan bahwa KDKMP bukan hanya program pemerintah pusat atau tugas Kementerian Koperasi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat di bawah komando Dekopin di seluruh Indonesia untuk memastikan KKDKMP sukses dan berhasil.
Wamenkop mengatakan Dekopinwil menjadi kepanjangan tangan Kementerian Koperasi untuk membersamai koperasi-koperasi di daerahnya masing-masing. Diharapkan program-prorgram yang dilakukan Dekopin sesuai dengan targetnya.
Dalam sambutannya Wamenkop juga menegaskan agar bertahan dan bersaing di era yang semakin kompetitif, koperasi wajib memenuhi menjawab empat tantangan, yakni manajemen tata kelola yang profesional, SDM, meningkatkan minat generasi muda terhadap koperasi serta adaptasi teknologi digital.
Ia menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam tubuh koperasi. Koperasi yang selama ini dianggap "jadul" dan hanya milik generasi tua harus berubah menjadi lembaga dengan tata kelola yang profesional.
"Di era sekarang, satu-satunya cara untuk bisa beradaptasi adalah menjalankan koperasi dengan cara profesional. Tidak ada cara lain. Karena tuntutannya badan usaha yang lain itu profesional, maka kemudian koperasi harus dikelola secara profesional. Harus jelas usaha yang dilakukan apa," kata Wamenkop.
Ia mengingatkan bahwa koperasi bukanlah hanya struktur organisasi tetapi juga memiliki unit bisnis. Agar bisa bersaing dalam sisi ekonomi, koperasi harus memiliki unit bisnis yang jelas dan dikelola secara profesional.
Wamenkop menambahkan literasi digital juga menjadi solusi seluruh bagi penggerak dan pengurus koperasi agar menjalankan sistem pelayanan, pembukuan, hingga pemasaran koperasi dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat khususnya anak muda.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
