- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
- BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
.jpg)
Keterangan Gambar : Pengungsi (istimewa).
BERNUSA.COM, NTT – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu, 24 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 91 orang meninggal dunia.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah tersebut bertambah empat orang dibandingkan data hari sebelumnya.
"Hingga pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 91 orang atau bertambah empat orang dari hari sebelumnya," ujar Berton dalam keterangan resminya.
Baca Lainnya :
- Transportasi Laut Jadi Andalan Distribusi Bantuan Gempa Flores, Kemenhub Pastikan Keselamatan0
- Dahsyat! Gempa M7,7 Flores Jadi Salah Satu Gempa Terbesar Dunia 20260
- WPO Luncurkan Inisiatif Desa ReDam untuk Perkuat Rekonsiliasi dan Perdamaian0
Sebagian besar korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Namun, terdapat pula korban yang meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana gempa tersebut.
Berdasarkan data BNPB, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 32 orang. Selanjutnya Manggarai Timur sebanyak 31 orang, Nagekeo 14 orang, Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende dua orang, dan Manggarai Barat satu orang.
Dari total 91 korban meninggal dunia, sebanyak 40 orang berjenis kelamin laki-laki dan 48 perempuan. Sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.
1.286 Orang Mengalami Luka-luka
Selain korban meninggal dunia, gempa NTT juga menyebabkan 1.286 warga mengalami luka-luka.
Korban luka dilaporkan tersebar di sejumlah wilayah terdampak, dengan konsentrasi cukup besar berada di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai Barat.
BNPB menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban dan masyarakat yang terdampak bencana.
"Kami menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya warga yang terdampak gempa bumi, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata Berton.
Lebih dari 161 Ribu Warga Mengungsi
Dampak gempa juga memicu gelombang pengungsian dalam jumlah besar. Hingga pembaruan data tersebut, sebanyak 161.084 warga dilaporkan mengungsi dan kini berada di sejumlah titik posko darurat.
Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai bantuan dasar, mulai dari makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, hingga layanan kesehatan.
Di tengah proses evakuasi dan penanganan pengungsi yang masih berlangsung, pemerintah juga mulai mewaspadai ancaman penyakit di lokasi pengungsian.
Data Kementerian Kesehatan yang diterima pihak penanggulangan bencana menunjukkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah mencapai 3.721 penderita.
Lonjakan kasus ISPA menjadi perhatian karena kepadatan pengungsi dan kondisi lingkungan di sejumlah posko darurat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.
Pemerintah bersama unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap korban dan pengungsi, sekaligus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar serta pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
Penanganan pascabencana kini tidak hanya berfokus pada pencarian dan evakuasi korban, tetapi juga memastikan keselamatan serta kesehatan lebih dari 161 ribu warga yang masih berada di pengungsian.(AS/BN).
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
