Transportasi Laut Jadi Andalan Distribusi Bantuan Gempa Flores, Kemenhub Pastikan Keselamatan

By Achmad Soleh 21 Agu 2026, 12:28:47 WIB Nusantara
Transportasi Laut Jadi Andalan Distribusi Bantuan Gempa Flores, Kemenhub Pastikan Keselamatan

Keterangan Gambar : Kemenhub memastikan kesiapan transportasi laut untuk distribusi bantuan gempa Flores.


BERNUSA.COM, Jakarta— Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan kesiapan transportasi laut untuk mendukung distribusi bantuan kemanusiaan dan mobilisasi personel ke wilayah terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).


Optimalisasi angkutan laut dilakukan untuk mempercepat penyaluran bantuan, termasuk logistik kebutuhan dasar, peralatan penanganan bencana, tenaga medis, relawan, hingga personel yang terlibat dalam penanganan darurat dan proses pemulihan.

Baca Lainnya :


Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan, transportasi laut memiliki peran strategis dalam menjangkau wilayah terdampak bencana, terutama untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dikirim secara cepat dan aman.


“Prioritas kami adalah memastikan transportasi laut dapat mendukung penanganan bencana, baik untuk distribusi bantuan kemanusiaan maupun mobilisasi personel. Di saat yang sama, keselamatan tetap menjadi perhatian utama sehingga kondisi fasilitas pelabuhan terus kami pantau dan periksa,” ujar Masyhud, Kamis (20/8).


Pola Operasi Kapal Dapat Disesuaikan


Masyhud menjelaskan, Kementerian Perhubungan siap melakukan penyesuaian pola operasi kapal perintis apabila diperlukan untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.


Langkah tersebut diharapkan membuat bantuan logistik dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih cepat dan efektif.


“Transportasi laut siap mendukung upaya penanganan bencana. Apabila diperlukan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, kami dapat melakukan penyesuaian pola operasi kapal perintis sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak dengan lebih cepat dan efektif,” jelasnya.


Selain distribusi logistik, dukungan transportasi laut juga mencakup mobilisasi TNI, Polri, tenaga medis, relawan resmi, dan personel lainnya yang terlibat dalam penanggulangan bencana.


Bantuan Kemanusiaan Bebas Tarif


Sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan bencana Flores, Kementerian Perhubungan memberikan pembebasan tarif 100 persen untuk pengiriman bantuan logistik kemanusiaan menggunakan kapal Public Service Obligation (PSO) PT PELNI.


Kebijakan tersebut juga berlaku bagi personel yang bertugas dalam penanggulangan bencana, termasuk TNI, Polri, tenaga medis, dan relawan resmi.


Sementara itu, dukungan biaya asuransi untuk muatan bantuan kemanusiaan akan difasilitasi melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PELNI.


Salah satu penyaluran bantuan telah dilakukan melalui KM Tidar milik PT PELNI. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju wilayah terdampak gempa dengan membawa bantuan yang dihimpun dari KSOP Tanjung Perak, PT Pelindo, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), para pemangku kepentingan, serta masyarakat.


Bantuan yang dibawa antara lain kebutuhan pokok, susu dan makanan bayi, serta berbagai kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak.


KM Tidar Angkut Bantuan dari Jakarta


Selain bantuan yang telah diberangkatkan dari Surabaya, bantuan logistik dari kantor pusat Kementerian Perhubungan juga akan dikirim melalui jalur laut.


Bantuan tersebut akan diangkut menggunakan KM Tidar yang dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Agustus 2026 dengan tujuan Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kupang.


Pengiriman melalui jalur laut tersebut diharapkan dapat memperkuat distribusi bantuan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan dukungan pascagempa.


KN NIPA Kirim Sembako hingga Obat-obatan


Dukungan lainnya dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kapal Negara (KN) NIPA milik Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Kupang.


KN NIPA membawa bantuan berupa sembako, air bersih, obat-obatan, selimut, dan tenda. Kapal bertolak dari Pelabuhan Kupang pada Selasa (18/8/2026) pukul 00.31 WITA untuk mendistribusikan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak di Flores.


KN NIPA tiba pada Kamis (20/8). Pembongkaran bantuan dipusatkan di Pelabuhan Reo dan Maropokot yang termasuk wilayah terdampak cukup parah.


Tidak hanya membawa bantuan kemanusiaan, KN NIPA juga melakukan pemantauan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) di perairan Flores.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran sekaligus mendukung kelancaran pergerakan kapal di wilayah NTT setelah gempa.


Kemenhub Kaji Kerusakan Pelabuhan


Selain fokus pada distribusi bantuan, Kementerian Perhubungan juga mempercepat proses pemulihan sarana dan prasarana transportasi laut yang terdampak gempa.


Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan segera melakukan kajian teknis untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan, kebutuhan penanganan, serta langkah pemulihan fasilitas pelabuhan terdampak.


“Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penetapan langkah perbaikan serta kebutuhan pendanaan yang akan dialokasikan melalui APBN Kementerian Perhubungan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Masyhud.


Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan optimal, pelayanan transportasi laut tetap aman, dan pemulihan fasilitas pelabuhan dapat dilakukan secara bertahap.


“Fokus kami saat ini adalah memastikan bantuan kemanusiaan dapat didistribusikan dengan baik melalui dukungan transportasi laut, sekaligus memastikan fasilitas pelabuhan yang terdampak dapat segera ditangani. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga konektivitas masyarakat,” tutup Masyhud.(AS/BN).