- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
- Heikal Safar SH Dukung TNI Menolak Backingin Koruptor.!! Saat Polisi Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi Raksasa
- Maman Abdurrahman: AI Bukan Lagi Masa Depan, Kini Jadi Kebutuhan UMKM Indonesia
Indonesia Uji Coba Kapal Selam Otonom Karya Anak Bangsa
Kapal Selam Otonom Buatan Anak Bangsa Uji Tembak Torpedo Piranha di Laut Indonesia

Keterangan Gambar : Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menyaksikan langsung uji tembak torpedo KSOT di Surabaya.
Indonesia melakukan uji peluncuran torpedo ringan 324 mm tipe Piranha hasil pengembangan PT PAL, yang dipasang dalam tabung peluncur di sisi kanan KSOT (Kapal Selam Otonom) yang dipasang secara eksternal. Proses pemasangan torpedo ke tabung dilakukan dengan derek bergerak dari dermaga Komando Armada II TNI AL. (05/11)
Setelah loading selesai, KSOT bergerak ke perairan lebih dalam untuk melaksanakan tembakan percobaan. Sepanjang sebagian besar pengujian—termasuk saat peluncuran—prototipe itu beroperasi dalam kondisi setengah terendam.
Prototipe KSOT memiliki dimensi sekitar 15 meter panjang, 2,2 meter lebar, dan sarat air 1,85 meter. Kapal ini diklaim mampu melaju hingga 20 knot dan beroperasi pada kedalaman hingga sekitar 350 meter.
Model penuh KSOT pertama kali diperkenalkan publik saat peringatan HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober di Jakarta. PT PAL menyatakan seluruh rancangan dibuat oleh tim insinyur Indonesia dengan komponen lokal lebih dari 50% (TKDN >50%), angka yang direncanakan meningkat pada tahap produksi berikutnya dengan penambahan bagian buatan dalam negeri. Beberapa subsistem prototipe juga memanfaatkan produk commercial off-the-shelf (COTS).
Pengalaman dari pengembangan KSOT diharapkan mendukung pembuatan platform otonom lain, seperti kapal permukaan tanpa awak (USV). Rangkaian uji tembak ini disaksikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali dan pejabat tinggi militer lainnya. Menteri menyatakan KSOT akan terus dievaluasi dan disempurnakan selama proses pengembangannya.
PT PAL mengumumkan rencana produksi 30 unit KSOT pada 2026. Seluruhnya ditujukan untuk dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) TNI AL sebagai bagian dari upaya pemantauan dan perlindungan jalur laut strategis, termasuk Selat Lombok dan Selat Sunda. Belum dipastikan apakah semua unit nantinya akan dilengkapi torpedo; desain KSOT memang disiapkan untuk berbagai konfigurasi misi—mulai dari ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian) hingga varian kamikaze atau umpan (decoy).
Dengan ukuran dan konsep operasionalnya, KSOT berpotensi diluncurkan dari kapal induk yang lebih besar, sehingga menambah jangkauan dan fleksibilitas integrasinya dalam struktur armada TNI AL.
_-_Copy.png)








_(1).png)

