- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
Indonesia Uji Coba Kapal Selam Otonom Karya Anak Bangsa
Kapal Selam Otonom Buatan Anak Bangsa Uji Tembak Torpedo Piranha di Laut Indonesia

Keterangan Gambar : Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menyaksikan langsung uji tembak torpedo KSOT di Surabaya.
Indonesia melakukan uji peluncuran torpedo ringan 324 mm tipe Piranha hasil pengembangan PT PAL, yang dipasang dalam tabung peluncur di sisi kanan KSOT (Kapal Selam Otonom) yang dipasang secara eksternal. Proses pemasangan torpedo ke tabung dilakukan dengan derek bergerak dari dermaga Komando Armada II TNI AL. (05/11)
Setelah loading selesai, KSOT bergerak ke perairan lebih dalam untuk melaksanakan tembakan percobaan. Sepanjang sebagian besar pengujian—termasuk saat peluncuran—prototipe itu beroperasi dalam kondisi setengah terendam.
Prototipe KSOT memiliki dimensi sekitar 15 meter panjang, 2,2 meter lebar, dan sarat air 1,85 meter. Kapal ini diklaim mampu melaju hingga 20 knot dan beroperasi pada kedalaman hingga sekitar 350 meter.
Model penuh KSOT pertama kali diperkenalkan publik saat peringatan HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober di Jakarta. PT PAL menyatakan seluruh rancangan dibuat oleh tim insinyur Indonesia dengan komponen lokal lebih dari 50% (TKDN >50%), angka yang direncanakan meningkat pada tahap produksi berikutnya dengan penambahan bagian buatan dalam negeri. Beberapa subsistem prototipe juga memanfaatkan produk commercial off-the-shelf (COTS).
Pengalaman dari pengembangan KSOT diharapkan mendukung pembuatan platform otonom lain, seperti kapal permukaan tanpa awak (USV). Rangkaian uji tembak ini disaksikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali dan pejabat tinggi militer lainnya. Menteri menyatakan KSOT akan terus dievaluasi dan disempurnakan selama proses pengembangannya.
PT PAL mengumumkan rencana produksi 30 unit KSOT pada 2026. Seluruhnya ditujukan untuk dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) TNI AL sebagai bagian dari upaya pemantauan dan perlindungan jalur laut strategis, termasuk Selat Lombok dan Selat Sunda. Belum dipastikan apakah semua unit nantinya akan dilengkapi torpedo; desain KSOT memang disiapkan untuk berbagai konfigurasi misi—mulai dari ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian) hingga varian kamikaze atau umpan (decoy).
Dengan ukuran dan konsep operasionalnya, KSOT berpotensi diluncurkan dari kapal induk yang lebih besar, sehingga menambah jangkauan dan fleksibilitas integrasinya dalam struktur armada TNI AL.
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

