- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
Josephine PSI Usul Pemprov DKI Lelang Kendaraan-Kendaraan yang Sudah Tidak Dipakai

Keterangan Gambar : Anggota Komisi C, DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak
BERNUSA.COM: Jakarta, 30 Oktober 2025, Di tengah-tengah menguatnya tuntutan untuk melakukan efisiensi anggaran pasca pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (Pemda), muncul desakan agar Kendaraan Dinas Operasional (KDO) bekas sebagai bagian dari aset daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) dilelang kepada masyarakat.
Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Josephine Simanjuntak, dalam Rapat Kerja Komisi C bersama Eksekutif Membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026, menjadi salah satu pihak yang melayangkan tuntutan tersebut.
“Itu kendaraan dinas yang sudah tidak terpakai itu kan sedang diparkirkan, setahu saya di daerah Pulogadung, atau tepatnya di perbatasan dengan Cakung. Itu bagaimana keadaannya sekarang,” ujarnya mempertanyakan kondisi KDO yang beberapa di antaranya sedang diparkir dan sudah tidak dipakai lagi oleh Pemprov DKI Jakarta, hari Senin (27/10/2025) lalu.
Baca Lainnya :
- PRSI dan KADIN Indonesia Gelar Audiensi Bahas Sinergi Menuju Terbentuknya Industri Robotik Nasional0
Tidak berhenti di situ, Josephine juga bertanya perihal pembelian KDO tersebut tujuannya untuk apa. “Dan itu yang mau saya tahu adalah pengadaan KDO ini untuk apa dan kepada dinas apa. Pemeliharaan dan perawatan KDO ini, hari ini, eks-eks kendaraan itu ada di mana dan bagaimana keadaannya,” sambungnya.
Ia menilai bahwa beberapa KDO yang masih berada dalam kondisi layak, tetapi sudah diparkir dan tidak dipakai lagi oleh Pemprov DKI Jakarta, bisa dilelangkan kepada masyarakat. Ketimbang tidak digunakan, KDO tersebut lebih baik dijual kepada masyarakat yang membutuhkan kendaraan-kendaraan pribadi murah.
“Kalau memang masih layak untuk dipublikasikan ke publik, dilelang kepada masyarakat, dibuka secara umum, kenapa tidak dilakukan seperti itu,” tegasnya.
Josephine mengaku bahwa pihaknya sering menerima aspirasi dari masyarakat yang ingin membeli kendaraan-kendaraan dinas milik Pemprov DKI Jakarta apabila ada pelelangan.
“Karena banyak informasi dari luar, teman-teman selalu bertanya, ini bisa tuh dilelang dan itu eks mobil dinas yang masih layak untuk dipakai,” lanjutnya.
Ia menuntut adanya transparansi dari Pemprov DKI Jakarta perihal keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut. Pasalnya, ia baru mengetahui keberadaan kendaraan-kendaraan bekas yang berukuran besar seperti bus-bus diparkir di sebuah lokasi di Jakarta Timur (Jaktim).
“Saya ingin bilang ada mobil-mobil yang diparkir di daerah Pulogadung-Cakung. Sejauh yang saya tahu, itu mobil-mobil besar kayak bus-bus yang sudah ditutupi oleh tumbuhan, sampai-sampai rodanya sudah yang tidak ada, kondisinya juga amburadul. Baru itu yang saya ketahui,” tutupnya.
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)
