Kasus TBC di Garut Tembus 7.582, Masyarakat Diminta Waspadai Gejala

By Achmad Soleh 28 Sep 2026, 20:02:32 WIB Kesehatan
Kasus TBC di Garut Tembus 7.582, Masyarakat Diminta Waspadai Gejala

Keterangan Gambar : Dinas Kesehatan Garut.


BERNUSA.COM, Garut– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencatat sebanyak 7.582 kasus tuberkulosis (TBC) hingga 15 September 2026. Dari jumlah tersebut, 51 kasus di antaranya merupakan TBC resisten obat, sementara 81 pasien dilaporkan meninggal dunia.

Kasus TBC tersebut tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Garut yang mencakup 42 kecamatan, mulai dari wilayah utara hingga selatan. Penyakit ini menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari balita, orang dewasa hingga lanjut usia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengatakan kematian pasien TBC dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi penyakit yang sudah parah saat ditemukan maupun adanya penyakit penyerta atau komorbid.

Baca Lainnya :

"Meninggal ini bisa karena sudah ditemukan dalam kondisi cukup parah. Bisa saja karena faktor penyakit lain, ada komorbid yang lain," ujar Asep, Senin (28/9/2026).

Asep mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala TBC, seperti batuk lebih dari dua minggu, sesak napas, nyeri dada, berkeringat pada malam hari, hingga batuk disertai darah.

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih dini.

Saat ini, prevalensi TBC di Kabupaten Garut masih berada di atas 200 kasus per 100 ribu penduduk. Sementara itu, pemerintah menargetkan penurunan prevalensi TBC secara nasional menjadi 65 kasus per 100 ribu penduduk pada 2030 sebagai bagian dari upaya eliminasi TBC.

Untuk mencapai target tersebut, Dinkes Kabupaten Garut terus meningkatkan upaya penemuan kasus secara aktif atau active case finding. Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi masyarakat secara langsung di berbagai lokasi, mulai dari desa, sekolah hingga posyandu.

Upaya penemuan kasus tersebut juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan rontgen, termasuk menggunakan fasilitas rontgen bergerak di lapangan, serta tes cepat molekuler (TCM) untuk memastikan diagnosis TBC.

Melalui peningkatan pemeriksaan dan penemuan kasus secara aktif, Dinkes Garut berharap pasien TBC dapat terdeteksi lebih awal sehingga segera mendapatkan pengobatan.

Langkah ini juga diharapkan mampu menekan angka kematian sekaligus mengurangi risiko penularan TBC di tengah masyarakat.(AS/BN).