Kuota Diskusi Anies Baswedan Habis dalam Tiga Menit, Peserta Lanjutkan Dialog di Tangga Old College Edinburgh

By Goenk1975 24 Okt 2026, 07:18:02 WIB Internasional
Kuota Diskusi Anies Baswedan Habis dalam Tiga Menit, Peserta Lanjutkan Dialog di Tangga Old College Edinburgh

Keterangan Gambar : Anies Baswedan Diskusi Di Old College, Skotlandia


Bernusa.com. EDINBURGH — Kuota peserta diskusi bersama Anies Baswedan di Old College, University of Edinburgh, Skotlandia, habis hanya dalam tiga menit. Tingginya antusiasme diaspora Indonesia dan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Edinburgh bahkan membuat sejumlah peserta yang tidak kebagian tempat tetap datang dan menunggu di luar.

Anies Baswedan, yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut pada Minggu lalu, menceritakan pengalaman itu melalui unggahannya. Antusiasme peserta membuat panitia harus mencari ruangan yang lebih besar untuk mengakomodasi mereka.

Namun, keterbatasan waktu operasional gedung pada hari Minggu membuat ruangan harus sudah bersih dan ditutup pukul 17.00 waktu setempat. Diskusi yang masih berlangsung hangat akhirnya berlanjut di tangga Old College.

Baca Lainnya :


Di tempat itu, anak-anak muda Indonesia duduk bersama, mengajukan pertanyaan, menyampaikan sanggahan, dan bertukar gagasan. Pembahasan mencakup persoalan perkotaan dan masa depannya, serta situasi terkini di Indonesia.

Anies menggambarkan suasana tersebut sebagai pengalaman yang mengingatkannya pada tradisi rembug di serambi kampus ketika masih kuliah. Meski berpindah dari ruang diskusi ke tangga gedung, antusiasme peserta tidak surut.

Old College merupakan salah satu bangunan bersejarah University of Edinburgh yang pembangunannya dimulai pada 1789, pada masa Pencerahan Skotlandia. Pada era tersebut, Edinburgh berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan mengenai ekonomi, tata kota, ilmu pengetahuan, dan kehidupan bersama.

Suasana diskusi di tangga Old College seolah menghadirkan kembali tradisi bertukar pikiran di ruang terbuka. Para peserta tidak sekadar mendengarkan pembicara, tetapi juga aktif mempertanyakan berbagai persoalan dan menyampaikan pandangan kritis.

Dalam diskusi tersebut, perhatian terhadap Indonesia menjadi salah satu benang merah pembicaraan. Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan para peserta mencerminkan kepedulian terhadap kondisi tanah air sekaligus keinginan untuk ikut berkontribusi dalam memperbaikinya.

Anies menilai, meskipun berada jauh dari Indonesia, para mahasiswa dan diaspora itu tetap menaruh perhatian terhadap persoalan bangsa. Jarak geografis tidak menghapus keterikatan mereka dengan tanah air.

Pertemuan tersebut terselenggara bersama PPI Edinburgh, Karsa CityLab, dan komunitas diaspora Indonesia yang hadir, baik di dalam ruangan maupun di tangga Old College.

Diskusi yang berlanjut hingga ke tangga gedung bersejarah itu memperlihatkan besarnya minat terhadap ruang dialog yang terbuka dan kritis. Bagi para peserta, pertemuan tersebut bukan hanya kesempatan bertukar pikiran dengan Anies, melainkan juga ruang untuk merawat kepedulian terhadap masa depan Indonesia dari negeri orang.