- Ketergantungan Impor Picu Krisis Plastik, Pemerintah Dorong Bioplastik Lokal
- Langkah Nyata Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Mimika
- Perang Timur Tengah dan Perebutan Energi Dunia
- Kowapta Soroti Kinerja Jakpro: Ambisi Besar Dinilai Tak Sejalan dengan Akuntabilitas
- Indonesia Menuju Era Demokrasi Baru: Membaca Regresi Militerisme dengan Data, Teori, dan Fakta Mutakhir.
- PRSI Kembangkan CNC Serbaguna, Perkuat Industri dan Siapkan Generasi Robotika
- Dukung Ketegasan Munjirin, Jangan Biarkan Birokrasi Jadi Panggung Sandiwara
- Audensi di Kantor Kementerian PB.Formula Berharap Yusril Ihza Mahendra Mendukung Kegiatan Majis Ilmu dan Majlis Dzikir
- Ketua KJJT Ade Maulana Wafat, VJB Takziah ke Rumah Duka di Surabaya
- Megah di Mata, Berat di Anggaran: Membaca Ulang JIS
Langkah Nyata Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Mimika

Keterangan Gambar : Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Atuka, Distrik Mimika
BERNUSA COM, Mimika – Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (9/4/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah membangun fasilitas koperasi secara mandiri menggunakan dana APBD. Ia menilai inisiatif tersebut sebagai bukti nyata komitmen daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Menkop menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat di Kampung Atuka merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Baca Lainnya :
- Wamenkop Tekankan Kolaborasi Koperasi Eksisting Jadi Kakak Asuh Kopdes Dalam Pembiayaan Mikro0
- Menkop Terima Audiensi Menteri PPPA, Bahas Penguatan Peran Perempuan pada Kopdes Merah Putih0
- Menkop: Keadilan Ekonomi Adalah Perintah Keimanan, Bukan Sekadar Teori0
- Pemerintah Jamin Ketersediaan Pangan, Warga Diminta Tak Panic Buying0
- Bazar Rakyat Monas Diserbu Warga, Menteri UMKM: Momentum Bangkitkan Ekonomi Usai Lebaran0
Ia juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada warga Papua, khususnya masyarakat Atuka.
“Koperasi ini bukan milik pemerintah pusat, ini adalah milik masyarakat Papua, milik masyarakat Atuka. Tugas kami membantu supaya ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan sejahtera,” ujar Ferry.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ke depan, pendanaan operasional koperasi tidak lagi bergantung pada APBD.
Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) akan memberikan dukungan berupa pendampingan manajemen, akses pembiayaan, serta permodalan bagi pengembangan koperasi.
Selain itu, Menkop juga mendorong pembangunan pusat distribusi yang dikelola BUMD serta percepatan perizinan stasiun pengisian bahan bakar solar khusus nelayan di wilayah pesisir Papua Tengah.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Di akhir sambutannya, Ferry Juliantono menyatakan optimisme bahwa Mimika dan Papua Tengah siap menjadi daerah percontohan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Ia juga mengajak seluruh warga Kampung Atuka untuk bergabung sebagai anggota koperasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Menteri Koperasi beserta jajaran di Kampung Atuka.
Ia menilai kunjungan tersebut sebagai bukti nyata perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat sinergi lintas pemerintahan.
Menurutnya, momen ini sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, seorang menteri hadir langsung di kampung tersebut.
“Saya katakan bahwa baru pertama kali negara hadir di Kampung Atuka. Masyarakat Atuka yang menjemput kita dengan gembira luar biasa adalah bagian dari Negara Republik Indonesia,” ujar Deinas Geley dengan penuh haru.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Papua Tengah tidak boleh hanya bertumpu pada investasi besar, melainkan harus berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan “Papua Tengah Emas” yang berdaulat secara ekonomi.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

