- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
- BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
- BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bulan Dana PMI di Jakarta Disorot, Rekan Indonesia Ingatkan Beban Ganda Warga
Menkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi Ekonomi

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono.
BERNUSA.COM, Padang - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat diarahkan untuk mendukung mahasiswa dan generasi muda agar menjadikan koperasi sebagai wadah usaha kolektif, pencipta lapangan kerja, dan penggerak ekonomi daerah. Koperasi mahasiswa di kampus dapat menjadi laboratorium bisnis bagi mahasiswa.
KDKMP menjadi game changer dalam transformasi ekonomi nasional khususnya di desa. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai instrumen kebijakan, melainkan sebagai revolusi yang mengubah cara koperasi berperan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan, KDKMP tidak lahir dari naskah akademik formal, melainkan dari kebutuhan nyata di lapangan. “Tekad kuat dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah wajah desa menjadi lebih kuat dan berdaya saing hanya dapat dilakukan melalui koperasi,” kata Menkop Ferry dalam sambutannya dalam acara Talkshow "Indonesia Punya Kamu" Universitas Andalas dengan tema Think Bigger, Build Together: Mahasiswa dan Masa Depan Koperasi Indonesia di Padang, Selasa (15/9).
Baca Lainnya :
- Menkop: Jejak Syarikat Islam Jadi Akar Penguatan Ekonomi Melalui Koperasi0
- Jaga Perbatasan, Rawat Alam, Kuatkan UMKM: Pesan Ekspedisi Batas Negeri dari Temajuk0
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 20260
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan0
- Wamenkop Tegaskan Koperasi Penting dalam Mewujudkan Cita-Cita Ekonomi Nasional0
Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan MoU bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait Pemberdayaan Koperasi dalam Pemenuhan Keamanan, Khasiat/Manfaat, dan Mutu Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan.
Turut hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Utama Garuda Tv Fahmi M. Anwari, Kepala Dinas Koperasi Sumatera Barat Endrizal.
Menkop Ferry menambahkan, bahwa KDKMP akan menjadi pusat distribusi barang subsidi sekaligus offtaker produk UMKM desa. Dengan begitu, koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai penyalur, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Dalam mandatnya, KDKMP juga akan menjadi kepanjangan tangan dari pemerintah untuk menyalurkan program-program sosial seperti bantuan sosial (bansos), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) komitmen untuk terus mendorong digitalisasi dan tata kelola koperasi agar tidak hanya bergerak di simpan pinjam, tetapi masuk ke sektor produksi, distribusi, hingga industri kreatif. Ia mendorong koperasi di Padang terutama di lingkungan kampus seperti di Kampus Andalas untuk menjadi tempat menempa diri agar bisa lebih berkembang.
Menutup sambutannya, Menkop menekankan bahwa kebangkitan koperasi adalah tugas sejarah yang harus dikoneksikan lintas generasi. Ia berharap cita-cita Bung Hatta dapat diteruskan oleh mahasiswa dan generasi muda, sehingga koperasi kembali menjadi pilar utama perekonomian Indonesia.
"Kita akan menyerahkan estafet (pembangunan koperasi) supaya cita-cita Bung Hatta bisa dijalankan terus di negara kita ini ke tangan generasi muda dan para mahasiswa semuanya," katanya.
Sementara itu Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi mengapresiasi seluruh kerja keras dari pemerintah untuk mendukung pemerataan ekonomi masyarakat hingga ke desa. Sebagai akademisi, Universitas Andalas komitmen untuk terus mengembangkan inovasi dan riset dalam mendukung seluruh program pemerintah yang terkait upaya peningkatan daya saing dan ekonomi kerakyatan.
Ia menekankan bahwa Universitas Andalas telah menghasilkan inovasi nyata yang dapat menjadi salah satu instrumen pendukung program-program pemerintah tersebut. Salah satunya adalah tinta organik dari tanaman gambir yang pada 2024 diproduksi hingga 1 juta botol dan digunakan di lebih dari 60 persen TPS (Tempat Pemungutan Suara) seluruh Indonesia. Selain itu, riset bioteknologi kesehatan dengan lebih dari 35 produk reagen, termasuk tes cepat untuk TBC dan HIV yang kini tersedia di marketplace dan e-katalog.
“Universitas Andalas berkomitmen untuk menjadi mitra dan men-support program-program pemerintah sesuai kapasitas kami sebagai warga pendidikan tinggi. Kami akan terus mengawal Indonesia menuju negara maju 2045 melalui riset dan inovasi yang bermanfaat bagi kemandirian bangsa," katanya.(AS/BN).
_-_Copy.png)


.jpg)






_(1).png)
