- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
Momentum Hari Anak Indonesia, Kemenbud Dorong Generasi Kreatif melalui Festival Video ASEAN

Keterangan Gambar : Indonesia resmi dipercaya menjadi tuan rumah SEAVFC 2027
BERNUSA.COM, Jakarta – Peringatan Hari Anak Indonesia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ruang kreativitas anak-anak melalui pemanfaatan teknologi digital secara positif. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah penyelenggaraan Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC) atau Festival Video Anak ASEAN yang selama ini menjadi wadah bagi anak-anak mengekspresikan ide, kreativitas, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui karya audiovisual.

Baca Lainnya :
Momentum tersebut semakin bermakna setelah Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah SEAVFC 2027, sebuah festival tahunan yang mempertemukan karya-karya terbaik anak-anak dari negara-negara ASEAN sekaligus mendorong lahirnya generasi kreatif yang siap bersaing di tingkat global.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kreativitas anak melalui media audiovisual sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus pembinaan talenta generasi muda.
Menurutnya, pengembangan kreativitas sejak usia dini merupakan investasi penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia melalui karya kreatif yang memiliki daya saing internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Kementerian Kebudayaan dalam sosialisasi, workshop, pendampingan, hingga proses kurasi karya peserta yang melibatkan sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, dan pelaku industri kreatif di berbagai daerah.
Praktisi penyiaran televisi sekaligus pemerhati program anak, Liza Maria, mengatakan Hari Anak Indonesia harus menjadi momentum memperluas ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat melalui pendidikan nonformal.
Menurutnya, di era digital anak-anak perlu dibekali kemampuan menulis cerita, membuat video, fotografi, editing, hingga storytelling agar mampu bersaing di masa depan.
"Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan karya positif dan membanggakan Indonesia. Festival ini memberi ruang bagi mereka untuk menyuarakan ide, harapan, dan kreativitas melalui media video," ujar Liza.
SEAVFC sendiri merupakan festival video anak yang digagas Anak TV Foundation Filipina sejak 2017 bertepatan dengan peringatan 50 tahun ASEAN. Festival ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi antarnegara ASEAN untuk mempererat persahabatan, memperkuat identitas budaya, serta mendorong lahirnya generasi muda kreatif melalui media audiovisual.
Mengusung tema "Hear My Voice", SEAVFC 2027 akan mengajak anak-anak menyampaikan suara, harapan, kepedulian, dan pandangan mereka terhadap kehidupan melalui karya video.
Liza Maria yang juga menjabat Asisten Board Indonesia menegaskan bahwa tema tersebut bertujuan mendorong anak-anak agar berani menyampaikan pendapat, sekaligus mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk lebih mendengar suara anak sebagai bagian dari proses tumbuh kembang mereka.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, proses penjurian melibatkan profesional dari dunia perfilman, penyiaran, pendidikan, dan industri kreatif. Di Indonesia, proses kurasi dipimpin oleh Niniek L. Karim bersama dewan juri yang terdiri dari Liza Maria, sutradara Sidi Saleh, serta Sekretaris Jenderal Badan Perfilman Indonesia periode 2024–2026, Judith J. Dipodiputro.
Indonesia juga terus menorehkan prestasi dalam ajang tersebut. Pada SEAVFC 2024 di Malaysia, Indonesia meraih Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 13–17 Tahun melalui film "Tayan Tutu Anakku Satu" produksi Indonesiana TV. Prestasi berlanjut pada SEAVFC 2025 di Thailand ketika film "Cipak Cipuk" karya Studio Amara Kupang meraih Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 8–12 Tahun.
Antusiasme peserta juga terus meningkat. Setelah menerima lebih dari 200 karya pada 2024 dan sekitar 100 karya pada 2025, panitia menargetkan sedikitnya 300 hingga 400 karya video dari seluruh Indonesia pada penyelenggaraan SEAVFC 2027.
Melalui festival ini, Indonesia berharap dapat membangun ekosistem yang melahirkan generasi kreatif di bidang videografi, animasi, penyutradaraan, penulisan naskah, penyuntingan video, hingga produksi konten digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
