- Sekjen Propindo Heikal Safar SH Desak Tindak Tegas Mahasiswa UI Diduga Terbukti Bersalah Lakukan Aksi Amoral Terhadap Mahasiswi Dan Dosen Perempuan
- Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal melalui KDKMP
- Lebaran Kukusan Bidik Rekor MURI 2027, Pawai Rantangan Jadi Andalan
- RDF: Ilusi Teknologi di Tengah Krisis Sampah
- Menkop Bersama Menko PM Bahas Penguatan Kopdes Merah Putih Menjadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat
- FSPMKI dukung pemogokan dokter Spesialis di Belu NTT : Bupati Belu jangan Baper !
- Mendag Busan Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Gresik: Perkuat Ekonomi Rakyat Berbasis Wisata dan Budaya
- PRSI Audiensi dengan BRIN, Perkuat Arah dan Kolaborasi Nasional
- Robotika untuk Negeri Hadir di Padang, Cetak Generasi Inovator dari MAN 1 Kota Padang
- Pengamat Sebut Posisi AS dan Israel Terdesak, Iran Pegang Kendali di Selat Hormuz.
Tampil di JMFW 2026, 19 Siswa Islamic Fashion Institute Buktikan Kreativitas Anak Bangsa

Keterangan Gambar : Jakarta Muslim Fashion Week
BERNUSA.COM, Jakarta, – Tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruang peragaan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026. Sorak dukungan dari para penonton mengiringi setiap langkah para model yang membawakan karya generasi muda, hasil rancangan siswa Islamic Fashion Institute (IFI).
Sebanyak 19 siswa IFI menampilkan hasil rancangan mereka sebagai bagian dari ujian akhir program Fashion Designer Basic, di mana setiap siswa menciptakan busana yang mencerminkan karakter dan identitas merek pribadi yang telah mereka bangun selama masa belajar.
Dengan konsep urban casual, karya para siswa tampil selaras dengan tren fesyen modern, sekaligus memperhatikan aspek kelayakan pasar (saleable) agar siap bersaing di industri.
Baca Lainnya :
Apresiasi dari Kementerian Perdagangan
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, memberikan apresiasi tinggi terhadap karya yang ditampilkan para siswa IFI.
“Karya yang ditampilkan hari ini adalah potret masa depan industri modest fashion Indonesia. Semangat dan kreativitas anak-anak muda inilah yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia,” ujar Puntodewi.
Sebelum tampil di panggung JMFW 2026, seluruh siswa telah menjalani magang wajib selama tiga bulan sebagai bekal memahami dinamika industri fesyen secara langsung.
Ajang Belajar Nyata bagi Desainer Muda
General Manager IFI, Hanni Haerani, menuturkan bahwa parade ini bukan sekadar ujian akhir, melainkan ajang pembelajaran nyata untuk mempersiapkan para siswa menghadapi dunia profesional.
“Mereka adalah desainer muda yang perlu diberikan panggung dan publikasi untuk memberikan nuansa baru pada busana muslim. Melalui JMFW 2026, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia, dengan keragamannya, mampu menghasilkan busana muslim modern yang berdaya saing global,” kata Hanni.
Ia menambahkan, ke depan para siswa diharapkan mampu menembus pasar internasional dan menjadi bagian dari arus besar industri fesyen dunia.
Kesan Para Siswa
Salah satu siswa, Andhin, mengaku bangga dapat tampil di panggung JMFW 2026.
“JMFW 2026 menjadi kesempatan bagi saya menampilkan empat karya tugas akhir dari pembelajaran di IFI. Saya mendapat banyak acuan dan wawasan tentang modest fashion serta tren fesyen terbaru,” ujarnya.

Langkah Menuju Trendsetter Dunia
Kehadiran karya para desainer muda di panggung JMFW 2026 menunjukkan potensi nyata modest fashion tanah air. Acara ini bukan hanya menampilkan karya jenama besar, tetapi juga melahirkan generasi kreatif baru yang akan membawa Indonesia menjadi trendsetter modest fashion global.
Dari panggung JMFW 2026 inilah, langkah Indonesia menuju pusat fesyen muslim dunia semakin kokoh dan nyata.(AS/BNI).
_-_Copy.png)






_(1).png)


.jpg)