- Wamen FaridaTegaskan Dekopinwil Ujung Tombak Gerakan Koperasi
- Lobang Buaya, Bawa Tragedi Sejarah Indonesia ke Panggung Film Horor Internasional
- Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
- UMKM Dapat Kepastian Pajak, Kementerian UMKM Siapkan Pendampingan dan Konsultasi Gratis
- Purbaya Sesat Logika, Kenaikan Pertamax Tidak Sesederhana Soal Angkutan Barang.
- PWI Jaya dan Bank Jakarta Gelar Lomba Jurnalistik MHT 2026, Siapkan Hadiah Rp75 Juta
- Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
- Datok Udin Pelor Hadiri Pengukuhan Hulubalang, Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Melayu
- Anggaran Operasional Tersendat, Sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis di Cirebon Tutup Sementara
- Panen Raya PADI 2026 Di DEMAK Perkuat Kemitraan Petani Dan Dunia Usaha Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Wamenkop Ajak Mahasiswa UNNES Jadi Penggerak KDKMP

Keterangan Gambar : Arah Baru Generasi Muda Peduli Koperasi’ di Kampus UNNES, Semarang, Senin (18/5).
BERNUSA.COM, Semarang – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk mengambil peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini disampaikannya dalam agenda Gerakan Literasi Perkoperasian bertajuk ‘Arah Baru Generasi Muda Peduli Koperasi’ di Kampus UNNES, Semarang, Senin (18/5).
Wamenkop menekankan bahwa mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) harus menjadi jembatan informasi bagi warga desa mengenai program strategis nasional tersebut.
"Seharusnya sumber daya desa dikelola oleh warga desa sendiri yang kesejahteraannya kembali ke desa. Koperasi ini adalah instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi agar pertumbuhan 8% tidak hanya dinikmati konglomerat," ujar Farida.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Perkuat Sinergi Kadiskop Selindo Untuk Operasionalisasi KDKMP0
- Menkop Bersama Wakil Panglima TNI dan Dirut Agrinas Pangan Perkuat Kesiapan Operasional KDKMP0
- Hari Bakti Pemasyarakatan, Kemenkop dan Kemenimipas Berdayakan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat Koperasi0
- Menkop Dorong KSP TLM Indonesia Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Dengan KDKMP0
- Menkop dan Menteri PPN/Bappenas Membahas Pengembangan Koperasi Sektor Produksi0
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Rektor UNNES Prof. Dr. S. Martono, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, serta jajaran Direksi LPDB.
“Koperasi ini akan menjalankan enam unit usaha dasar, termasuk gerai sembako, klinik, apotek, dan unit perkreditan mikro,” jelasnya.
Sebagai upaya memastikan keberlanjutan operasionalisasi KDKMP, pemerintah membuka rekrutmen manajer profesional dengan kriteria kompetensi kognitif dan emosional yang tinggi.
"Kita sedang mendesain sumber daya terbaik untuk dihadirkan di desa agar terjadi transfer pengetahuan kepada warga setempat," tambahnya.
Sebagai alumni UNNES, Farida berpesan agar mahasiswa tidak sekadar mencari kerja di kota besar setelah lulus, tetapi kembali ke daerah untuk mengelola potensi desa.
"Jadilah penggerak koperasi, sampaikan kepada warga bahwa koperasi ini milik mereka, mereka berhak menjadi anggota, memiliki, dan menjaganya demi kesejahteraan bersama," tutup Wamenkop.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengungkap Pemerintah Kota Semarang tengah mematangkan program strategis bertajuk ‘Waras Ekonomi’ sebagai upaya mengintegrasikan sistem ekonomi lokal dan memperkuat UMKM melalui wadah koperasi.
"Kami sedang menyiapkan program Waras Ekonomi yang menghadirkan integrasi untuk penyesuaian sistem ekonomi lokal. Kami siap menjadi pionir dan memohon kolaborasi dengan UNNES agar hasil insersi koperasi dari kampus bisa kami terapkan di pemerintahan," ujar Wali Kota Agustina.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, menekankan pentingnya merevitalisasi peran koperasi di mata generasi muda sebagai entitas bisnis berbasis kekeluargaan yang tetap profesional.
Prof. Martono memberikan catatan kritis mengenai hambatan filosofis yang sering dihadapi koperasi di Indonesia. Menurutnya, prinsip kekeluargaan sering kali disalahartikan sehingga mengaburkan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan.
"Harus dikembalikan bahwa koperasi didirikan sebagai bisnis. Jangan sampai atas nama keluarga, utang tidak dibayar dan yang menagih pun merasa tidak enak," tegas Rektor.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

