- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
Zentara Soroti Pentingnya API Security bagi Ekosistem Fintech & Bisnis Digital Indonesia

Ketergantungan bisnis digital Indonesia terhadap API terus meningkat. Bank, fintech, penyedia pembayaran, e-wallet, marketplace, dan berbagai layanan digital mengandalkan API untuk menghubungkan sistem dan bertukar data.
Bertambahnya endpoint juga memperluas area yang perlu diamankan. Salah satu risiko yang mendapat perhatian dalam OWASP API Security Top 10 adalah Broken Object Level Authorization (BOLA), ketika sebuah API memastikan pengguna telah login tetapi gagal memastikan bahwa pengguna tersebut memang berhak mengakses objek atau data yang diminta.
Jenis kerentanan seperti ini tidak selalu mudah ditemukan melalui automated scanner karena respons API dapat terlihat valid dari sisi teknis. Pengujian membutuhkan pemahaman terhadap business logic, hak akses, dan hubungan antarobjek di dalam aplikasi.
Baca Lainnya :
- Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.0000
- BRILiaN Culture Festival BO Kramat Jati, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja0
- Sebelum Dikenal Publik, Baker Lebih Dulu Menawarkan Diri Bela Timnas Indonesia0
- BRI BO Pantai Indah Kapuk Gelar Culture Festival, Perkuat Budaya Kerja0
- FINNS Beach Club Buka Early Bird Sale Diskon 50%, Perayaan Tahun Baru Ikonik di Bali Kini Hadir sebagai Festival Dua Hari0
Zentara melakukan pengujian terhadap REST, GraphQL, dan gRPC dengan mengacu pada risiko API Security Top 10, termasuk BOLA, Broken Function Level Authorization, mass assignment, dan penyalahgunaan schema. Certified testers melakukan validasi manual dan menghasilkan proof of concept yang dapat direproduksi.
Untuk kebutuhan pengujian yang lebih luas, perusahaan dapat menggabungkan API security testing dengan automated vulnerability assessment. Pendekatan ini membantu menggabungkan discovery berskala besar dengan validasi terhadap business logic yang membutuhkan analisis manusia.
Zentara juga menggunakan AVAS untuk melakukan assessment otomatis terhadap application dan integration layers. Menurut Zentara, full enterprise scan dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit, sehingga assessment dapat dilakukan lebih dekat dengan siklus perubahan aplikasi.
Bagi perusahaan yang memproses data pribadi, keamanan API juga berkaitan dengan perlindungan data. API yang salah mengimplementasikan authorization dapat membuka akses terhadap data milik pengguna lain dan menciptakan risiko yang melampaui persoalan teknis aplikasi.
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
