- Bahas Aspirasi Pekerja hingga Peran Kampus, Ratas Kabinet Merah Putih Perkuat Kebijakan Pro-Rakyat
- Dinamika May Day dan Tantangan Penguatan Gerakan Buruh di Indonesia
- 28 Tahun di Jalan Perjuangan: Suara Buruh Tak Pernah Padam
- Hardiknas 2026: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat.
- Mohammad Novianto Siap Bawa Lamongan Lebih Hijau dan Modern
- Kado Istimewa untuk Ojol: Regulasi Baru, Harapan Lama yang Menanti Pengawasan
- May Day 2026 di Monas: KPBI Dorong Negara Hadirkan Daycare dan Hunian Terintegrasi untuk Buruh
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKK Jakarta Timur Deklarasikan Gerakan Pilah Sampah
- 15 Nyawa Melayang, Negara Gagal Menjaga Rel Keselamatan.
- Qurban Berkah Harga Ramah Hanya di RIZQI Jalan Bangka Raya, Jaksel
Bahas Aspirasi Pekerja hingga Peran Kampus, Ratas Kabinet Merah Putih Perkuat Kebijakan Pro-Rakyat
.jpg)
Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (02/05/2026).
BERNUSA.COM, Jawa Barat — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (02/05/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan berbagai isu strategis nasional yang menjadi perhatian pemerintah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan memastikan arah kebijakan pemerintah tetap selaras dengan dinamika nasional yang berkembang.
“Pertemuan ini membahas secara mendalam perkembangan berbagai isu strategis nasional guna memastikan arah kebijakan pemerintah,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Baca Lainnya :
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap aspirasi yang disampaikan oleh serikat pekerja dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain isu ketenagakerjaan, sektor pendidikan turut menjadi fokus pembahasan, khususnya terkait optimalisasi peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Teddy, pemerintah mendorong agar perguruan tinggi, terutama fakultas teknik, dapat terlibat langsung dalam pembangunan di wilayah masing-masing. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan pembangunan nasional.
“Terkait pendidikan meliputi pemanfaatan peran perguruan tinggi di tanah air untuk turut serta langsung membangun daerahnya terutama melalui pemanfaatan fakultas teknik,” jelasnya.
Melalui rapat terbatas ini, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, mulai dari perlindungan sosial, peningkatan kualitas pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tegas Teddy.
Rapat ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan nasional tetap adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

