- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
Bantuan Logistik Kapolri untuk Polres Aceh Tamiang Tiba, Pastikan Pelayanan Kepolisian Segera Pulih

Keterangan Gambar : Bantuan logistik Kapolri untuk Polres Aceh Tamiang mulai berdatangan
BERNUSA.COM, Aceh Tamiang, — Bantuan logistik Kapolri untuk Polres Aceh Tamiang mulai berdatangan sejak kedatangan Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. 2 hari sebelumnya yang meninjau langsung kondisi wilayah terdampak banjir bandang Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah setelah dihantam banjir bandang dan longsor pada Rabu, 26 November 2025. Kehadiran Wakapolri di lokasi bencana mempercepat proses identifikasi kebutuhan dan langkah respons Polri, yang kemudian segera ditindaklanjuti oleh Kapolri dengan mengirimkan dukungan moril dan material dalam jumlah besar. Puncak pengiriman bantuan dilakukan pada Jumat, 5 Desember 2025 pukul 08.00 WIB di Polres Aceh Tamiang, memastikan pelayanan kepolisian dapat segera pulih setelah fasilitas dan perlengkapan dinas banyak yang rusak akibat banjir.
Pengawalan distribusi bantuan dilakukan oleh unit Lantas dan Satbrimob Polda Sumut dipimpin IPDA Ricky Sihotang, S.Psi., M.Psi., MBA.
Adapun bantuan yang dikirim Kapolri meliputi perlengkapan perorangan dinas (kapor) sebanyak 61 koli, terdiri dari 600 stel PDL II warna coklat, 600 potong T-shirt coklat, 600 buah topi rimba, 600 pasang sepatu dislap kulit jeruk, dan 600 pasang kaos kaki dislap. Selain itu, turut dikirim 20 unit sepeda motor KLX 150 cc SE+ untuk mendukung mobilitas operasional di wilayah terdampak, 1 drum Pertamax, 1 drum Dexlite, 2 box helm, serta 5 unit genset SDG12000 dengan kapasitas 7000W rated dan 7500W max untuk memastikan ketersediaan listrik darurat di lingkungan Polres.
Baca Lainnya :
- Logistik Bantuan Banjir Sumatera Barat Diberangkatkan Menggunakan Pesawat Batik Air0
- Kapolri Tegaskan Personel dan Logistik Dikerahkan ke Lokasi Terisolir Bencana Sumatera0
- Mentan Amran Pastikan Bantuan Pangan Mengalir ke Aceh, Sumut, dan Sumbar0
- Pencarian Korban Longsor Cibeunying Hari Ke-4: Bantuan Unit K-9 Percepat Penemuan Korban, Total 13 Orang Ditemukan0
- Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri, Patroli Dialogis di Stasiun Kalibata dan Terminal Pasar Minggu0
Seluruh logistik diterima dalam kondisi baik dan langsung didistribusikan guna memperkuat operasional Polres Aceh Tamiang yang terdampak parah.
Dalam kunjungannya pada 3 Desember lalu, Wakapolri melihat langsung kondisi masyarakat dan jajaran Polri yang ikut terdampak bencana.
Di hadapan Kapolres, Kapolsek, dan anggota yang tetap bertugas meski menjadi korban bencana, Wakapolri memberikan dukungan moral dengan menyampaikan, “Saya bangga kalian tetap berdiri untuk masyarakat meski kalian sendiri terdampak. Kalian tidak sendiri, Polri akan hadir penuh untuk mendukung kalian.” Wakapolri juga memastikan perlengkapan dinas segera dikirim setelah mengetahui banyak anggota hanya memiliki pakaian yang melekat akibat banjir. Ia menegaskan, “Kita pastikan kalian mendapatkan perlengkapan yang layak. Kalian harus tetap kuat, tetap semangat, karena kehadiran kalian sangat berarti bagi warga.”
Selain memberikan motivasi kepada anggota, Wakapolri menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan Aceh Tamiang.
Dalam arahannya kepada jajaran Polri, pejabat daerah, dan unsur TNI, Wakapolri menyampaikan, “Polri harus bersinergi dengan pemerintah setempat, Kodim, dan seluruh elemen masyarakat agar Aceh Tamiang dapat pulih secepat mungkin. Tidak ada yang bisa bekerja sendiri dalam situasi sebesar ini.”
Arahan tersebut memperkuat koordinasi lapangan untuk distribusi bantuan, pembukaan akses jalan, serta pengamanan wilayah rawan.
Selama peninjauan, Wakapolri juga mendengarkan langsung keluhan warga dan Bhayangkari yang kehilangan tempat tinggal, serta meninjau posko Kementerian Sosial dan berbagai titik terdampak lainnya.
Kepada seorang Bhayangkari yang melaporkan kerusakan berat Asrama Polisi, Wakapolri menegaskan komitmen Polri dengan menyampaikan, “Kami tidak akan membiarkan kalian menghadapi ini sendirian. Polri akan berikan dukungan penuh sampai kalian pulih.”
Di sisi lain, bantuan kemanusiaan untuk masyarakat dari Polri dan warga terus mengalir. Bantuan berupa ±32 ton beras, lebih dari 1.300 kardus mie instan, 310 dus minyak makan, dan 300 dus air mineral telah tiba melalui Kapal KN Berhala. Tambahan bantuan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 berupa popok anak, makanan siap konsumsi, biskuit, minyak makan, dan air mineral juga memperkuat suplai kebutuhan warga. Menteri Perhubungan memberikan apresiasi kepada Alumni Akpol ’90 atas kontribusi besar dan cepat yang tiba di wilayah terdampak.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir memastikan pemulihan Aceh Tamiang berlangsung cepat, menyeluruh, dan terkoordinasi. Dengan langkah responsif Kapolri, kehadiran langsung Wakapolri di lapangan, serta sinergi bersama pemerintah daerah, Kodim, dan masyarakat, Polri memastikan pemulihan wilayah terdampak berlangsung tanpa hambatan dan pelayanan kepolisian dapat kembali maksimal.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

