Budi Mulyawan : BNN Mitra Strategis Jakarta Millennial Film Festival 2026 Untuk Pencegahan Narkoba Generasi Muda

By Ichsan 24 Jan 2026, 05:28:22 WIB Kesehatan
Budi Mulyawan : BNN Mitra Strategis Jakarta Millennial Film Festival 2026 Untuk Pencegahan Narkoba Generasi Muda

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) diproyeksikan menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026 yang digagas Jaya Center Foundation.

Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat agenda pencegahan penyalahgunaan narkotika pada generasi muda melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan budaya digital dan ekosistem perfilman anak muda.

Pendiri Jaya Center Foundation sekaligus penggagas JMFF 2026, Budi Mulyawan, menegaskan keterlibatan BNN harus ditempatkan sebagai kerja strategis pencegahan, bukan sekadar formalitas.

Baca Lainnya :

“JMFF 2026 ini kegiatan strategis dalam upaya pencegahan bahaya narkoba pada generasi muda, maka BNN wajib mendukung suksesnya acara JMFF 2026,” kata Budi Mulyawan dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Ia menilai festival film pendek merupakan medium yang efektif untuk menyampaikan pesan anti-narkoba secara lebih luas dan kuat.

“Melalui festival film pendek, pencegahan bahaya narkoba bisa lebih masif dan efektif,” ujarnya.

Menurut Budi, film pendek lebih mampu menangkap perhatian generasi muda dibandingkan pendekatan konvensional.

“Film pendek itu lebih menarik, lebih emosional, dan bisa menjangkau lebih luas karena mudah disebarkan melalui media sosial dan platform online,” katanya.

Budi juga menekankan pesan pencegahan akan lebih membekas ketika dikemas dalam cerita yang dekat dengan realitas anak muda.

“Melalui festival film pendek, pesan pencegahan bahaya narkoba akan lebih dalam dan menyentuh,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kekuatan visual dan kedalaman alur cerita membuat audiens lebih mudah mengingat dan memahami dampak buruk narkoba.

“Cerita yang emosional dan visualisasi yang kuat akan lebih mempengaruhi hati dan pikiran generasi muda,” katanya.

Dalam dukungan konkret, Budi menyebut BNN dapat mengambil peran aktif dengan menyediakan materi serta membuka ruang diskusi edukatif dalam rangkaian festival.

“BNN bisa menyediakan informasi dan data tentang bahaya narkoba untuk jadi referensi pembuatan film pendek,” ujar Budi.

Ia juga mendorong kehadiran narasumber yang kompeten agar edukasi berjalan lebih mendalam.

“BNN juga bisa mengundang narasumber yang ahli di bidang pencegahan bahaya narkoba untuk memberi materi dan diskusi pada JMFF 2026,” katanya.

Selain dukungan substansi, ia menilai dukungan promosi juga penting agar festival memiliki daya jangkau yang lebih besar.

“BNN dapat menyebarkan informasi tentang JMFF 2026 melalui media sosial dan kanal komunikasi lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” tutur Budi.

Terkait pendanaan, Budi menganggap dukungan finansial akan membantu kualitas pelaksanaan festival sekaligus memperluas dampaknya.

“Dukungan pendanaan dari BNN bisa menjadi salah satu faktor penting dalam mensukseskan JMFF 2026,” katanya.

Menurut dia, dukungan bisa diberikan melalui beberapa skema.

“BNN dapat menjadi sponsor utama, bisa juga dalam bentuk hibah, atau kerja sama pembiayaan dengan panitia,” ujar Budi Mulyawan.

Melalui sinergi tersebut, JMFF 2026 diharapkan menjadi ruang kreatif sekaligus kanal edukasi publik yang efektif dalam kampanye anti-narkoba. Budi menegaskan festival ini bukan hanya ajang kompetisi karya, tetapi juga strategi komunikasi untuk membangun kesadaran generasi muda secara berkelanjutan.

“JMFF diharapkan bisa menjadi platform bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkotika,” pungkasnya.

Editor : (RED/SAN)