- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Menkop Tekankan Koperasi Pesantren Dapat Menjadi Kakak Asuh bagi Koperasi Desa Merah Putih
.jpg)
Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
Bernusa.com, Kab.Tangerang - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, menegaskan peran strategis koperasi pesantren dalam memperkuat ekonomi syariah Indonesia. Menurutnya, koperasi pesantren dapat memainkan peran penting dengan menjadi "kakak asuh" bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, yang menjadi program strategis nasional dalam upaya pemerataan ekonomi di desa.
Menkop menjelaskan bahwa koperasi pesantren, yang kini telah berkembang pesat di berbagai provinsi, memiliki potensi besar untuk mendampingi dan membimbing koperasi desa dalam menjalankan kegiatan ekonomi produktif. Hal ini disampaikan oleh Menkop saat memberikan sambutan pada acara Symposium 'Halal Beyond Compliance: A Strategic Pathway to Global Leadership' di Menara Syariah, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (21/1).
"Kami ingin koperasi pesantren seperti Koperasi Pondok Pesantren Sunan Gresik, Sidogiri, dan Nurul Jadid yang telah sukses dalam mengelola bisnis besar seperti pabrik dan retail, untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi pesantren bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memperkuat ekosistem koperasi di desa," ujar Menkop.
Baca Lainnya :
- Menkop Ferry - IKOPIN Dukung Program Nasional Kopdes Merah Putih 0
- Kemenkop Jalin Kerjasama Lintas Lembaga, Bangun Ekosistem Usaha Rakyat Berdaya Saing0
- Menkop Dukung Langkah KPBS Pangalengan Produksi Susu UHT dan Masuk Ekosistem MBG0
- Sinergi Kemenkop dan Pertamina Launching Percontohan PLTS, Listrik Bagi Koperasi Nelayan Di Pulau Sembur0
- Menkop Lakukan Groundbreaking SPBU Nelayan Dan Gerai Kopdes Merah Putih Tukak Sadai Serentak0
Menurut Menkop, Koperasi Desa Merah Putih yang kini menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan ekonomi rakyat, berfokus pada berbagai sektor seperti distribusi barang kebutuhan pokok, penyediaan apotek dan klinik desa, serta pengelolaan lembaga keuangan mikro. Dengan adanya dukungan dari koperasi pesantren, diharapkan Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang lebih pesat dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain dukungan berupa bimbingan dan pengalaman dari koperasi pesantren, pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih juga telah memasuki tahap yang signifikan. Menkop menambahkan, bahwa program ini akan mencakup pembangunan gudang modern untuk penyimpanan barang-barang kebutuhan pokok dan produk lokal dari desa, serta pembangunan fasilitas apotek dan klinik desa yang akan mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat desa.
"Pembangunan fasilitas-fasilitas fisik seperti gudang, apotek, dan klinik desa ini sangat penting dalam menciptakan ketahanan ekonomi dan sosial di desa. Selain itu, koperasi desa juga akan dilengkapi dengan lembaga keuangan mikro yang bisa memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil mereka," jelasnya.
Koperasi Desa Merah Putih juga akan memiliki fasilitas kendaraan logistik, yang bertujuan untuk memperlancar transportasi barang dari desa ke luar dan sebaliknya, memutus mata rantai distribusi yang panjang dan mahal. "Kami ingin koperasi desa ini menjadi instrumen yang paling bawah dalam distribusi barang dan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, dengan harga yang lebih murah dan terjangkau," tambahnya.
Lebih lanjut, Menkop mengingatkan bahwa dalam era globalisasi ini, ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi harus menjangkau sektor riil untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan adil. "Kami mendorong koperasi-koperasi syariah untuk memperkuat sektor riil dan bergerak lebih aktif dalam mengembangkan ekonomi di masyarakat. Ekonomi syariah harus dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat," jelasnya.
Ferry Juliantono yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) turut menyampaikan optimisme terhadap masa depan ekonomi syariah Indonesia. Ia menyebut Indonesia saat ini berada di posisi ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia kata Ferry memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam industri halal global.
"Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), kita bisa membawa ekonomi syariah ke tingkat yang lebih tinggi, menciptakan ekosistem ekonomi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," tutup Ferry.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
