Andi Arief: Pemerintah dan Koalisi Perlu Lebih Sabar Hadapi Kritik Publik

By Goenk1975 15 Jun 2026, 21:49:40 WIB Politik
Andi Arief: Pemerintah dan Koalisi Perlu Lebih Sabar Hadapi Kritik Publik

Keterangan Gambar : Andi Rief Dalam Satu Acara


Bernusa.com. Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief, menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menjaga keberlangsungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga Pemilu mendatang.

Menurut Andi, sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, partai-partai pendukung memiliki tanggung jawab tidak hanya menjaga stabilitas pemerintahan, tetapi juga mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Aspirasi tersebut, kata dia, dapat disampaikan melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial hingga aksi-aksi di ruang publik.

“Sebagai bagian dari partai koalisi, kami juga berkewajiban mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun yang disuarakan di jalanan,” ujarnya hari ini (15/06).

Baca Lainnya :

Andi mengakui bahwa tidak semua tuntutan dan aspirasi masyarakat dapat dipenuhi oleh pemerintah. Namun demikian, ia menilai selalu ada masukan yang layak didengar, dipertimbangkan, dan dijadikan bahan evaluasi demi kepentingan rakyat.

Karena itu, ia mendorong pemerintah dan partai-partai koalisi untuk mengedepankan sikap sabar dan bijaksana dalam menghadapi kritik maupun tekanan yang muncul di ruang publik. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara santun maupun yang disampaikan dengan nada keras tetap harus direspons dengan kepala dingin dan kedewasaan politik.

“Sedapat mungkin pemerintah dan partai-partai koalisi perlu bersikap lebih sabar dan bijaksana dalam menghadapi berbagai bentuk kritik maupun tekanan,” katanya.

Dalam pernyataannya, Andi juga menyinggung pengalaman gerakan mahasiswa pada masa lalu. Ia menilai perjuangan yang ditempuh mahasiswa, termasuk di lingkungan Universitas Gadjah Mada, umumnya dilakukan secara terorganisasi, kritis, terukur, dan bertanggung jawab.

“Saya sendiri pada masa lalu memilih berjuang dengan cara yang benar, terorganisasi, dan tidak didorong oleh subjektivitas semata. Hampir seluruh mahasiswa UGM, mahasiswa Yogyakarta, dan mahasiswa Indonesia pada masa itu juga menempuh jalan perjuangan yang serupa: kritis, terukur, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai refleksi atas pentingnya menjaga ruang demokrasi yang sehat, di mana pemerintah tetap terbuka terhadap kritik, sementara masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara konstruktif dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara.