- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi
- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
Dorong Buruh Perkebunan Perkuat Serikat
KBBI : Ucapkan Selamat atas Kongres III SARBUPRI

Keterangan Gambar : KBBI Ucapkan Selamat atas Kongres III SARBUPRI
Bernusa.com. JAKARTA – Konfederasi Barisan Buruh Indonesia (KBBI) menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Kongres III Federasi Sarekat Buruh Perkebunan Patriotik Indonesia (SARBUPRI). KBBI menilai kongres tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas arah perjuangan dalam membela hak dan kesejahteraan buruh perkebunan di Indonesia.
Ketua Umum KBBI, Karmanto, mengatakan kongres merupakan forum demokrasi tertinggi dalam organisasi serikat buruh yang memiliki peran strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja, memilih kepemimpinan baru, serta merumuskan langkah perjuangan menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan.
“Atas nama keluarga besar Konfederasi Barisan Buruh Indonesia, kami mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Kongres III Federasi SARBUPRI. Semoga kongres ini berlangsung lancar, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan yang amanah serta semakin memperkuat perjuangan kaum buruh,” kata Karmanto dalam keterangannya, Minggu.
Baca Lainnya :
- UU Ketenagakerjaan Yang Baru, Jangan Mengulang Masa Lalu0
- Kapolri Tegaskan Komitmen Lindungi Buruh Dan Dorong Perbaikan Desk Ketenagakerjaan Di Kongres KPBI0
- Sufmi Dasco Ahmad Dorong Sinergi Pemerintah dan Serikat Buruh Hadapi Ancaman PHK0
- Pembukaan Kongres KPBI Dihadiri Pejabat Negara, Pimpinan Gerakan Buruh Nasional Dan Elemen Ormas Sipil0
- Ratusan Buruh Kepung Kemenaker, Desak Pemerintah Hentikan Gelombang PHK Nasional0
Menurut KBBI, sektor perkebunan hingga saat ini masih menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan yang membutuhkan perhatian serius. Sejumlah persoalan tersebut antara lain rendahnya tingkat kesejahteraan pekerja, ketidakpastian hubungan kerja, pelanggaran hak-hak normatif, lemahnya perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, hingga masih adanya hambatan terhadap kebebasan berserikat.
Karena itu, KBBI menilai keberadaan organisasi serikat buruh menjadi semakin penting sebagai wadah perjuangan kolektif untuk melindungi dan memperjuangkan hak-hak pekerja secara konstitusional.
Sekretaris Jenderal KBBI, Musrianto, berharap Kongres III SARBUPRI dapat melahirkan kepemimpinan yang berintegritas, berani, dan memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan buruh perkebunan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
“Kami berharap hasil Kongres III SARBUPRI mampu melahirkan gagasan-gagasan progresif yang semakin memperkuat gerakan buruh Indonesia sebagai kekuatan moral, sosial, dan ekonomi yang independen serta berpihak kepada kepentingan pekerja,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, KBBI juga mengajak seluruh buruh perkebunan yang belum tergabung dalam organisasi serikat buruh untuk mulai berserikat dan memperkuat organisasi pekerja di lingkungan masing-masing.
Musrianto menegaskan bahwa berserikat merupakan hak dasar setiap pekerja yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Dengan menjadi anggota serikat buruh, pekerja memiliki ruang untuk memperjuangkan hak-haknya secara kolektif melalui mekanisme yang sah dan bermartabat.
“Sejarah telah membuktikan bahwa berbagai hak yang dinikmati pekerja hari ini tidak lahir begitu saja. Hak atas upah layak, jaminan sosial, pembatasan jam kerja, perlindungan keselamatan kerja, hingga kebebasan berserikat merupakan hasil perjuangan panjang gerakan buruh. Karena itu, jangan menghadapi persoalan ketenagakerjaan sendirian. Berserikat adalah jalan untuk memperkuat posisi tawar pekerja,” tegasnya.
KBBI juga mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja ke depan akan semakin kompleks. Digitalisasi industri, fleksibilitas hubungan kerja, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga perubahan regulasi ketenagakerjaan menuntut seluruh organisasi buruh untuk memperkuat persatuan dan solidaritas.
“Kami mengajak seluruh buruh perkebunan, dari Sabang sampai Merauke, untuk bersatu dalam organisasi serikat buruh. Perbedaan latar belakang, daerah, maupun organisasi tidak boleh menjadi penghalang dalam memperjuangkan kepentingan pekerja. Persatuan adalah kekuatan terbesar buruh, dan solidaritas merupakan fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik,” kata Musrianto.
KBBI meyakini Kongres III SARBUPRI akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan buruh perkebunan yang lebih modern, demokratis, independen, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pekerja.
Di akhir pernyataannya, KBBI berharap seluruh rangkaian Kongres III SARBUPRI berjalan lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang mampu memperluas gerakan serikat buruh di sektor perkebunan dan memperkuat perjuangan mewujudkan hubungan industrial yang adil, bermartabat, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan seluruh buruh Indonesia.
_-_Copy.png)









_(1).png)
