- Gugum A. Ramdhani: Kesederhanaan Ali Khamenei Menjadi Teladan Kepemimpinan
- Pemkot Bandung Siap Dukung Program Masjid Agung untuk Kesejahteraan Masyarakat
- UMKM Naik Kelas Jadi Kunci Pertumbuhan Daerah, Kementerian UMKM Gelar Festival Nasional
- KPBI Terus Dorong Penyelesaian Kasus 133 Anggota FSBPI di PT Amos
- PKB Tegaskan Komitmen Kawal Sukses Program Makan Bergizi Gratis
- Andi Arief: Pemerintah dan Koalisi Perlu Lebih Sabar Hadapi Kritik Publik
- SPPLNI-KPBI Adukan Dugaan Union Busting Ke DPR RI
- Buktikan Potensi Tanpa Batas, Siswa SLB C Mahardika Tampil Gemilang di Pentas Seni
- Kontraktor Menjerit, FORJASI Desak Pemerintah Segera Terbitkan SE Adjusment HPS Nasional
- Menginspirasi Lewat Aksi Nyata, IPDA Zulhamsyah Putra Konsisten Menjadi Sahabat Masyarakat
Gugum A. Ramdhani: Kesederhanaan Ali Khamenei Menjadi Teladan Kepemimpinan

Keterangan Gambar : Ilustarsi Kesederhanaan Ayatullah Khameni
Bernusa.com. JAKARTA – Pengamat Politik Timur Tengah sekaligus aktivis KOMRAD 98, Gugum A. Ramdhani, menilai sosok Ayatullah Ali Khamenei menunjukkan teladan kepemimpinan yang mengedepankan kesederhanaan, integritas, dan pengabdian kepada rakyat di atas kepentingan pribadi.
Menurut Gugum, inventarisasi kekayaan Ayatullah Ali Khamenei yang diumumkan setelah berakhirnya masa kepemimpinannya menunjukkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran tersebut tidak meninggalkan kekayaan pribadi yang besar. Ia menyebut harta yang dimiliki Khamenei hanya berupa sebuah mobil pikap kecil dan sejumlah perabot rumah tangga sederhana.
“Tidak ada properti berupa tanah dan bangunan, tidak ada rekening bank bernilai fantastis, tidak ada perusahaan, dan tidak ada aset-aset mewah yang selama ini identik dengan para penguasa di banyak negara,” ujar Gugum.
Baca Lainnya :
- FPPJ Desak KPK Bongkar Harta Eks Kadis LH DKI0
- Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru0
- Mengapresiasi Pesan Pertama Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei0
- Ketum PP Pemuda Hidayatullah : Gugatan Terhadap Tempo Bentuk Tanggung Jawab Publik0
Ia menegaskan bahwa fakta tersebut menjadi semakin menarik jika melihat perjalanan panjang Khamenei dalam pemerintahan Iran. Selama puluhan tahun, Khamenei terlibat dalam kepemimpinan Revolusi Islam Iran, pernah menjabat sebagai Presiden Republik Islam Iran, Menteri Pertahanan, hingga hampir empat dekade menjadi Pemimpin Tertinggi Iran.
“Beliau memimpin negara yang memiliki sumber daya minyak, gas, dan industri yang sangat besar. Namun yang ditinggalkan bukanlah kerajaan bisnis keluarga atau tumpukan kekayaan pribadi, melainkan warisan pengabdian dan keteguhan dalam memimpin bangsa,” katanya.
Gugum juga menyoroti posisi Khamenei sebagai marja' taklid yang diikuti jutaan umat Islam di berbagai negara. Menurutnya, posisi tersebut membuat Khamenei memiliki otoritas keagamaan yang sangat besar, termasuk dalam pengelolaan dana-dana syar'i yang berasal dari umat.
“Meski memiliki kedudukan politik dan keagamaan yang sangat tinggi, yang dikenang dari beliau justru kesederhanaan hidupnya. Ini menjadi pelajaran penting bahwa kekuasaan tidak harus berujung pada akumulasi kekayaan pribadi,” ujarnya.
Menurut Gugum, di tengah maraknya kasus korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan praktik memperkaya diri melalui jabatan publik di berbagai negara, sosok Ali Khamenei menghadirkan gambaran berbeda mengenai makna kepemimpinan.
“Pemimpin besar tidak diukur dari seberapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan, tetapi dari seberapa besar pengabdian yang diberikan kepada rakyat dan bangsanya. Kesederhanaan, integritas, dan pengorbanan untuk umat adalah warisan paling berharga yang ditinggalkan Ayatullah Ali Khamenei,” pungkas Gugum A. Ramdhani.
_-_Copy.png)







_(1).png)

