- PRSI Bersama IESPA Bangun Sinergi Teknologi dan Generasi Digital
- Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Heikal Safar Kunjungan Kerja Di Dapur MBG Karawang Jawa Barat
- Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Japek Padat Merayap
- BNI Optimistis Regenerasi Tunggal Putra Indonesia Lewat Kiprah Ubed di Thailand Open 2026
- Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Program BISA Ekspor
- ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan, Ajak Publik Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998
- Pemkot Jaktim Terima BAST Kantor Sekretariat Muslimat NU DKI dari PT Astra Internasional
- Kemenkop Perkuat Sinergi Kadiskop Selindo Untuk Operasionalisasi KDKMP
- Pasien Tertahan di UGD Karena Ruang Penuh, Pendampingan Rekan Indonesia Bantu Percepatan Ranap
- Ketum GIM, Heikal Safar SH Mendukung MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan, Ajak Publik Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998

Keterangan Gambar : Meilawan ILUNI UI
Depok – Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (ILUNI UI FIB) bersama Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa FIB UI 2026, dan Keluarga Besar UI menggelar rangkaian kegiatan “MeiLawan Merawat Ingatan” pada 11–13 Mei 2026 di Kampus UI Depok. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas Tragedi Mei 1998 sekaligus mengangkat isu kekerasan seksual dan perlindungan korban di lingkungan pendidikan.
Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. Untung Yuwono, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap berbagai peristiwa pelanggaran kemanusiaan, termasuk kekerasan seksual yang terjadi dalam kerusuhan Mei 1998.
Menurut Untung, humaniora tidak hanya berbicara tentang bahasa, sastra, sejarah, dan budaya, tetapi juga keberanian memahami manusia secara utuh, termasuk penderitaan dan ketidakadilan yang dialami kelompok korban.
Baca Lainnya :
- Pekerja UI Desak Kepastian Hak dan Pembentukan PKB Di May Day 2026.0
- Pelantikan Dewan Pimpinan MUI Surabaya Masa Hikmah 2025 - 20300
- Lima Tuntutan Ojol: Negara Absen, Platform Panen0
- Percaya Diri Ibu Hamil Menurun karena Jerawat? Simak Tips Aman Ini0
- PB Formula Apresiasi Silaturahmi Nasional MUI dan Ormas Islam Perkuat Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia0
“Kami berharap diskusi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi bersama untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya keadilan gender, perlindungan korban, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” kata Untung dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.
Ketua ILUNI UI FIB, Visna Vulovik, mengatakan kegiatan MeiLawan merupakan bagian dari upaya merawat ingatan atas tragedi Mei 1998 melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Ia menilai generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kritis terhadap persoalan kekerasan berbasis gender, diskriminasi, dan marginalisasi yang dinilai masih terjadi hingga saat ini.
“Melalui kegiatan MeiLawan, kami mengajak mahasiswa, alumni, dan masyarakat untuk bersuara menghentikan kekerasan seksual serta mendorong penegakan hukum terhadap pelaku,” ujarnya.
Dalam acara puncak berupa talkshow bertajuk Belajar dari Luka Bangsa: Kekerasan Seksual di Era Reformasi dan Kebangkitan Generasi Muda, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Rieke menyebut penanganan kasus kekerasan di institusi pendidikan masih bersifat sektoral dan belum memiliki standar perlindungan nasional yang terintegrasi. Berdasarkan data yang disampaikannya, tercatat 573 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan pada 2024 dan meningkat menjadi 641 kasus pada 2025. Dari jumlah tersebut, 370 kasus atau sekitar 57 persen merupakan kekerasan seksual.
Menurut dia, pada awal 2026, sebanyak 91 persen kasus kekerasan yang tercatat di institusi pendidikan didominasi kekerasan seksual, termasuk di perguruan tinggi.
“Pembentukan Peraturan Presiden tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lembaga Pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadirkan perlindungan yang terintegrasi dan berpusat pada korban,” kata Rieke.
Rangkaian kegiatan MeiLawan turut menghadirkan live mural, pemutaran film dokumenter, pameran instalasi, pertunjukan seni, hingga aksi simbolik menyalakan lilin dan tabur bunga untuk mengenang korban Tragedi Mei 1998.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Ketua Komnas Perempuan periode 2025–2029 Maria Ulfah Anshor, Komisioner Komnas HAM Amiruddin al Rahab, serta Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah.
_-_Copy.png)







_(1).png)

