- Munjirin: Penanganan Sampah Jakarta Timur Capai 729,72 Ton hingga Juli 2026
- Pemkab Bekasi Matangkan Regulasi Pilkades Serentak 2026, Fokus Wujudkan Demokrasi Desa Berkualitas
- 83 Ribu Koperasi Berbadan Hukum, LPDB Perkuat Ekosistem Pembiayaan Koperasi Indonesia
- Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan
- Babak Baru Partai Ummat, Sinergi Tokoh-Tokoh Muda Dan Kekuatan Jaringan Menuju Pemilu 2029
- Ketum DPP Rekat Indonesia Nyatakan Presiden Prabowo Dengan Tegas Perintahkan Tindakan Pejabat yang Terlibat Korupsi Dan Gratifikasi
- Khitanan Massal PAM JAYA Layani 2.067 Peserta, Raih Rekor MURI
- Pemprov DKI: Jakarta Kini Bersaing dengan Kota-Kota Besar Dunia
- Depot Bu Rudy Resmikan Sertifikat Halal Cabang Ke-6 Di Harbour City Nine Surabaya
- Transformasi Besar Stasiun Gambir Dimulai, KAI Investasi Rp1 Triliun dari Dana Internal
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Japek Padat Merayap

Keterangan Gambar : lonjakan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek).
BERNUSA.COM, Karawang- Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus memicu lonjakan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Kamis, 14 Mei 2026. Dalam waktu tiga jam, lebih dari 5.000 kendaraan per jam tercatat melintas menuju arah Cikampek dan Jawa Tengah.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Karawang bersama Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow mulai KM 47 hingga KM 65 sejak Kamis pagi.
Baca Lainnya :
Berdasarkan data kepolisian, volume kendaraan dari arah Jakarta mencapai sekitar 5.230 hingga 5.500 kendaraan per jam. Rekayasa lalu lintas contraflow masih diberlakukan hingga Kamis siang dan akan dihentikan apabila jumlah kendaraan turun di bawah 5.000 kendaraan per jam.
Kasatlantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, mengatakan kondisi arus lalu lintas di Tol Japek masih relatif terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan selama libur panjang.
“Alhamdulillah masih cukup terkendali walaupun meriah,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Sebanyak 66 personel gabungan diterjunkan untuk mengatur lalu lintas di jalur tol, jalur arteri, pos pelayanan, hingga rest area. Petugas juga terus memantau kapasitas rest area yang saat ini terisi sekitar 60 persen.
Kepolisian menegaskan, penutupan sementara rest area akan dilakukan secara situasional apabila terjadi lonjakan kendaraan guna mencegah antrean dan penumpukan kendaraan di area peristirahatan.(**)
_-_Copy.png)








_(1).png)

