- PRSI Bersama IESPA Bangun Sinergi Teknologi dan Generasi Digital
- Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia Nofalia Heikal Safar Kunjungan Kerja Di Dapur MBG Karawang Jawa Barat
- Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Japek Padat Merayap
- BNI Optimistis Regenerasi Tunggal Putra Indonesia Lewat Kiprah Ubed di Thailand Open 2026
- Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Program BISA Ekspor
- ILUNI UI FIB Gelar MeiLawan, Ajak Publik Rawat Ingatan Tragedi Mei 1998
- Pemkot Jaktim Terima BAST Kantor Sekretariat Muslimat NU DKI dari PT Astra Internasional
- Kemenkop Perkuat Sinergi Kadiskop Selindo Untuk Operasionalisasi KDKMP
- Pasien Tertahan di UGD Karena Ruang Penuh, Pendampingan Rekan Indonesia Bantu Percepatan Ranap
- Ketum GIM, Heikal Safar SH Mendukung MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Japek Padat Merayap

Keterangan Gambar : lonjakan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek).
BERNUSA.COM, Karawang- Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus memicu lonjakan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Kamis, 14 Mei 2026. Dalam waktu tiga jam, lebih dari 5.000 kendaraan per jam tercatat melintas menuju arah Cikampek dan Jawa Tengah.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Karawang bersama Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow mulai KM 47 hingga KM 65 sejak Kamis pagi.
Baca Lainnya :
Berdasarkan data kepolisian, volume kendaraan dari arah Jakarta mencapai sekitar 5.230 hingga 5.500 kendaraan per jam. Rekayasa lalu lintas contraflow masih diberlakukan hingga Kamis siang dan akan dihentikan apabila jumlah kendaraan turun di bawah 5.000 kendaraan per jam.
Kasatlantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, mengatakan kondisi arus lalu lintas di Tol Japek masih relatif terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan selama libur panjang.
“Alhamdulillah masih cukup terkendali walaupun meriah,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Sebanyak 66 personel gabungan diterjunkan untuk mengatur lalu lintas di jalur tol, jalur arteri, pos pelayanan, hingga rest area. Petugas juga terus memantau kapasitas rest area yang saat ini terisi sekitar 60 persen.
Kepolisian menegaskan, penutupan sementara rest area akan dilakukan secara situasional apabila terjadi lonjakan kendaraan guna mencegah antrean dan penumpukan kendaraan di area peristirahatan.(**)
_-_Copy.png)








_(1).png)

