- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Japek Padat Merayap

Keterangan Gambar : lonjakan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek).
BERNUSA.COM, Karawang- Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus memicu lonjakan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Kamis, 14 Mei 2026. Dalam waktu tiga jam, lebih dari 5.000 kendaraan per jam tercatat melintas menuju arah Cikampek dan Jawa Tengah.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Karawang bersama Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow mulai KM 47 hingga KM 65 sejak Kamis pagi.
Baca Lainnya :
Berdasarkan data kepolisian, volume kendaraan dari arah Jakarta mencapai sekitar 5.230 hingga 5.500 kendaraan per jam. Rekayasa lalu lintas contraflow masih diberlakukan hingga Kamis siang dan akan dihentikan apabila jumlah kendaraan turun di bawah 5.000 kendaraan per jam.
Kasatlantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, mengatakan kondisi arus lalu lintas di Tol Japek masih relatif terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan selama libur panjang.
“Alhamdulillah masih cukup terkendali walaupun meriah,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Sebanyak 66 personel gabungan diterjunkan untuk mengatur lalu lintas di jalur tol, jalur arteri, pos pelayanan, hingga rest area. Petugas juga terus memantau kapasitas rest area yang saat ini terisi sekitar 60 persen.
Kepolisian menegaskan, penutupan sementara rest area akan dilakukan secara situasional apabila terjadi lonjakan kendaraan guna mencegah antrean dan penumpukan kendaraan di area peristirahatan.(**)
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
