Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Program BISA Ekspor

By Achmad Soleh 14 Mei 2026, 09:56:46 WIB Bisnis
Mendag Budi Santoso Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat Program BISA Ekspor

Keterangan Gambar : diskusi bertajuk “NGOPI: Ngobrol Produk Indonesia” di Jakarta, Rabu (13/5).


BERNUSA.COM, Jakarta, – Menteri Perdagangan Budi Santoso terus mendorong lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjadi eksportir dan memperluas pasar hingga mancanegara. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pendampingan ekspor, penguatan jejaring internasional, hingga pemanfaatan platform digital perdagangan global.

Hal itu disampaikan Mendag Budi Santoso saat menghadiri forum diskusi bertajuk “NGOPI: Ngobrol Produk Indonesia” di Jakarta, Rabu (13/5). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan bersama komunitas pemberdayaan UMKM Local Champion Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Mendag yang akrab disapa Busan menegaskan, forum diskusi seperti “NGOPI” menjadi wadah penting bagi pelaku UMKM, eksportir muda, dan agregator untuk memahami peluang ekspor sekaligus memperluas jejaring bisnis internasional.

Baca Lainnya :

    “Forum-forum diskusi seperti ini dapat membantu teman-teman UMKM untuk semakin memahami bahwa produk-produknya memiliki potensi untuk ekspor. Selama ini banyak pelaku UMKM yang sebenarnya punya produk bagus tetapi belum tahu caranya ekspor,” ujar Mendag Busan.

    Ia menjelaskan, Kementerian Perdagangan memiliki program unggulan UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang bertujuan mempertemukan UMKM dengan calon pembeli luar negeri melalui proses pitching dan business matching.

    Untuk mendukung program tersebut, Kemendag mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara sebagai ujung tombak promosi produk Indonesia di pasar global. Program UMKM BISA Ekspor juga menjadi bagian dari gerakan besar Kemendag bertajuk “Dari Lokal untuk Global”.

    Menurut Mendag Busan, setelah UMKM menentukan negara tujuan ekspor, para pelaku usaha akan dihubungkan dengan perwakilan perdagangan RI untuk mempelajari potensi pasar hingga mendapatkan calon buyer.

    “Seluruh tahapan dilakukan secara virtual sehingga pelaku usaha dari berbagai daerah dapat mengikuti proses ekspor dengan lebih mudah,” jelasnya.

    Selain itu, Kemendag juga menghadirkan layanan konsultasi desain produk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM. 

    Ada pula program Product Placement Pilihan Busan yang menampilkan produk-produk UMKM potensial ekspor di ruang tamu Menteri Perdagangan sebagai sarana promosi kepada delegasi asing.

    Dalam sesi diskusi, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari tantangan logistik, penguatan platform digital, hingga penyederhanaan regulasi ekspor produk tertentu. 

    Mendag Busan menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan pelaku usaha demi menciptakan kebijakan perdagangan yang lebih adaptif.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan akses informasi pasar dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting agar UMKM mampu bersaing di tingkat global.

    Untuk itu, Kemendag menghadirkan platform Inaexport sebagai layanan terpadu atau one-stop service bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar internasional.

    “Inaexport memiliki informasi profil buyer maupun eksportir, katalog produk, hingga informasi pasar dari perwakilan perdagangan RI yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh pelaku usaha,” ujar Puntodewi.

    Founder Local Champion Indonesia, Dhika Yudistira, mengatakan forum “NGOPI” lahir dari semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem UMKM nasional.

    Menurutnya, potensi produk UMKM Indonesia sangat besar dan perlu didukung penguatan regulasi, ekosistem bisnis, serta kolaborasi lintas sektor agar mampu bersaing di pasar global.

    Salah satu peserta diskusi, pelaku UMKM batik asal Solo bernama Abdullah, mengaku forum tersebut membantunya memahami prosedur ekspor yang selama ini menjadi kendala utama dalam memperluas pasar internasional.

    “Saya berharap usaha kami bisa lebih berkembang ke arah ekspor setelah memahami tata caranya. Potensi pasar produk kami cukup bagus,” ungkap Abdullah.(AS/BN).