- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
- BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan
- BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bulan Dana PMI di Jakarta Disorot, Rekan Indonesia Ingatkan Beban Ganda Warga
Dua Hari Culinary Festival JITEX 2026, Pempek Muntazhar 08 Tembus Omzet Rp7,8 Juta

Keterangan Gambar : Booth Pempek Muntazhar 08 di Festival Culinary, JITEX 2026
Bernusa.com. JAKARTA — Dua hari mengikuti Culinary Festival dalam rangkaian JITEX 2026, UMKM kuliner Pempek Muntazhar 08 berhasil mencatat omzet penjualan sebesar Rp7,8 juta.
Culinary Festival dalam rangkaian JITEX 2026 di gedung GPB JIEXPO, Kemayoran, Jakpus ini berlangsung dari tanggal 16-19 September 2026.
Capaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Yuni Eliza, Owner Pempek Muntazhar 08, yang melihat keikutsertaan dalam festival bukan hanya sebagai kesempatan berjualan, tetapi juga momentum memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Baca Lainnya :
- Dari Dapur UMKM ke Panggung JITEX 2026, Produk Kuliner Jakpreneur Cari Pasar Baru0
- Menkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi Ekonomi0
- Dinas Pendidikan DKI Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Protokol Abu Vulkanik Tetap Berlaku0
- Jaga Perbatasan, Rawat Alam, Kuatkan UMKM: Pesan Ekspedisi Batas Negeri dari Temajuk0
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 20260
“Alhamdulillah, selama dua hari kami bisa mencapai omzet Rp7,8 juta. Bagi kami, ini bukan hanya soal angka penjualan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan Pempek Muntazhar kepada lebih banyak konsumen,” ujar Yuni Eliza kepada bernusa.com hari ini (17/9) di Kemayoran, Jakpus.
Menurut Yuni, keikutsertaan dalam Culinary Festival memberikan pengalaman berbeda dibandingkan berjualan melalui kanal pemasaran sehari-hari. Konsumen dapat melihat dan mencoba produk secara langsung, sementara pelaku usaha bisa memperoleh respons secara langsung terhadap produk yang ditawarkan.
Bagi UMKM kuliner, kesempatan bertemu konsumen secara langsung menjadi bagian penting dalam membangun pasar. Respons terhadap rasa, harga, kemasan, maupun pilihan produk dapat menjadi masukan bagi pengembangan usaha ke depan.
Yuni juga mengapresiasi keterlibatan UMKM binaan Jakpreneur dalam Culinary Fesrival JITEX 2026. Menurut dia, ruang promosi seperti ini dibutuhkan UMKM agar produk yang mereka kembangkan tidak hanya dikenal di lingkungan pasar terbatas, tetapi memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas.
“UMKM membutuhkan ruang untuk tampil dan bertemu langsung dengan pasar. Kami berterima kasih karena diberikan kesempatan mengikuti kegiatan seperti ini,” katanya.
Keterlibatan UMKM binaan Jakpreneur dalam Culinary Festival juga patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya membuka akses pemasaran bagi pelaku usaha. Dalam hal ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta memiliki peran penting dalam menghadirkan ruang promosi bagi produk UMKM Jakarta.
Namun, bagi Yuni, capaian Rp7,8 juta selama dua hari bukanlah garis akhir. Justru pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan Pempek Muntazhar 08, baik dari sisi produk, kemasan, pemasaran maupun kemampuan memenuhi permintaan konsumen.
“Yang kami harapkan tentu bukan hanya penjualan selama event. Mudah-mudahan dari kegiatan ini ada pelanggan baru dan pasar yang bisa terus berkembang,” ujar Yuni.
Culinary Festival JITEX 2026 pada akhirnya memberikan gambaran sederhana tentang pentingnya akses pasar bagi UMKM. Pembinaan dapat memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada pelaku usaha, tetapi kesempatan bertemu konsumen menjadi ruang untuk menguji sejauh mana produk tersebut mampu diterima pasar.
Bagi Pempek Muntazhar 08, dua hari di Culinary Festival menghasilkan Rp7,8 juta omzet. Lebih dari sekadar angka, pengalaman tersebut menjadi catatan bahwa ketika UMKM mendapatkan ruang untuk tampil, produk lokal memiliki kesempatan untuk menemukan pasarnya sendiri.
_-_Copy.png)


.jpg)






_(1).png)
