- Jelang Hari Anak Nasional, Ghost Buzzer Tawarkan Hiburan Keluarga dengan Nuansa Horor Edukatif
- Ketum Skiber Nyatakan Sikap Siap Mendukung Dan Mengawal Program Prabowo-Gibran Hingga Akhir Masa Jabatan 2029
- RISNU: Khitanan Massal di Ikuti 40 Anak Dari Berbagai Wilayah Sekitar Kalibata
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Gurudin Kalibata
- PDMI Desak Kepastian Hukum bagi 1.023 Dokter Muda Retaker UKMPPD
- Wamenaker dan Desk Ketenagakerjaan Mabes Polri Tangani Sengketa PHK PT Amos Indah Indonesia.
- Acara Wisuda dan Rekreasi Renang PAUD Melati 08 Kalibata Berlangsung Ceria
- AHWA Jangan Kehilangan Ruh! PWNU DKI Serukan Kembali ke Qanun Asasi NU
- Pelibatan TNI Hadang Mahasiswa Demonstrasi Kemunduran Negara Demokrasi, KAMDAGRI Tanggung Jawab POLRI
- Gugum A. Ramdhani: Kesederhanaan Ali Khamenei Menjadi Teladan Kepemimpinan
Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi

Keterangan Gambar : Gubernur Jakarta Pramono Anung.
BERNUSA.COM, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan daya saing dan tidak hanya bergantung pada pasar domestik. Ia menegaskan pentingnya keberanian BUMD untuk melakukan ekspansi ke tingkat yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan dalam BUMD Leaders Forum 2026 bertema “Synergy for Resilience: Memperkokoh Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi dalam Ekosistem Jakarta Global City” yang digelar di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Di hadapan jajaran direksi dan komisaris BUMD, Pramono menekankan agar perusahaan daerah tidak sekadar menjadi “jago kandang”, tetapi mampu bersaing di luar pasar lokal. Ia mencontohkan sejumlah BUMD seperti Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh dan memberikan kontribusi lebih besar bagi Jakarta.
Baca Lainnya :
Di tengah dorongan ekspansi tersebut, Pramono juga mengingatkan adanya tantangan eksternal yang perlu diantisipasi. Ia menyoroti kondisi geopolitik global yang tidak stabil serta potensi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada periode April hingga September 2026.
Ia meminta seluruh BUMD mempersiapkan diri menghadapi situasi tersebut melalui konsolidasi internal serta penguatan budaya perusahaan yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional.
Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat ketahanan BUMD dalam menghadapi tekanan ekonomi ke depan.
Dalam forum yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Yustinus Prastowo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Suharini Eliawati, Kepala BP BUMD, serta sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta lainnya, juga dibahas berbagai isu strategis.
Beberapa di antaranya meliputi sinergi pembiayaan melalui Bank Jakarta, sinergi penjaminan melalui Jamkrida Jakarta, serta optimalisasi aset BUMD.
Kepala BP BUMD menjelaskan bahwa fokus forum diarahkan pada peningkatan daya saing, kesehatan perusahaan, dan kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta. Forum ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Desember 2025 dengan tiga topik utama.
Pertama, akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui skema creative financing dan sinergi pembiayaan. Pada triwulan I 2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang.
Kedua, optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui sinergi penjaminan proyek strategis, termasuk penjaminan proyek oleh PT Jamkrida Jakarta serta optimalisasi penjaminan kredit Bank Jakarta.
Ketiga, peningkatan produktivitas aset strategis sebagai penggerak investasi dan sumber pendapatan baru, mencakup pengembangan properti seperti hotel, hunian mixed-use, dan park and ride, serta pengembangan infrastruktur seperti pengolahan air limbah serta distribusi dan pengolahan pangan.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta.
Melalui komitmen dalam Collaboration Charter, BUMD diharapkan mampu bertransformasi menjadi entitas yang tangguh, profesional, serta berperan aktif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

