Terkini
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
- BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Hari Kartini 2026, DWP Kemenkop Soroti Pentingnya Kesehatan Organ Dalam Perempuan

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah dalam Seminar Kesehatan Organ Dalam dan Kecantikan Kulit dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 pada Rabu (22/4/2026).
BERNUSA.COM, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Seminar Kesehatan Organ Dalam dan Kecantikan Kulit dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Kartini Masa Kini: Cantik dan Sehat Luar Dalam, Berkarya Membangun Negeri.”
Seminar tersebut menegaskan pentingnya kesehatan perempuan sebagai fondasi utama untuk terus berkarya, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan bahwa Hari Kartini bukan hanya seremoni mengenakan kebaya, melainkan momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan perempuan.
Menurut Farida, ada tiga nilai penting dari perjuangan Kartini yang relevan hingga kini, yakni semangat belajar, keberanian melawan keterbatasan, dan kemandirian perempuan.
“Yang beliau inginkan bukan baju bagus, kendaraan bagus, atau makanan enak. Yang beliau inginkan adalah bisa ikut sekolah atau minimal membaca,” ujar Farida.
Ia mengajak perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan keterampilan agar mampu bertahan dalam berbagai situasi.
“Senyaman apa pun kondisi kita, kita harus tetap belajar agar memiliki ilmu dasar hidup yang menunjang kemandirian,” tegasnya.
Sementara itu, Penasihat DWP Kemenkop, Sita Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa seminar tahun ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang membahas kesehatan mental. Tahun ini, fokus diperluas pada kesehatan fisik dan kecantikan secara holistik.
Ia juga menyoroti sosok Kartini sebagai perempuan visioner yang memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat, termasuk menerapkan pola hidup vegetarian.
Selain itu, Sita mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan perempuan, terutama terkait tingginya angka kanker serviks di Indonesia yang masih menjadi ancaman serius.
Ketua DWP Kemenkop, Siti Kuwati Zabadi, menambahkan bahwa perempuan masa kini dituntut memiliki banyak talenta sekaligus fisik yang sehat dan kuat.
“Sesuai tujuan organisasi Dharma Wanita, kami ingin seluruh anggota terus meningkatkan kompetensi dan membantu menyejahterakan keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pendamping keluarga sekaligus penjaga pilar rumah tangga dan penggerak kemajuan bangsa.(AS/BN).
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
