- Menuju Kemandirian Teknologi, PRSI Apresiasi Langkah UHB Buka Prodi Robotika dan AI
- Wali Kota Munjirin Pimpin Gerakan Terpadu Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
- Selamat Jalan Zulmansyah Sekedang, Sosok Penggerak Profesionalisme Wartawan Indonesia
- Gubernur Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta Berani Ekspansi
- Forum Pemimpin BUMD Jakarta: Strategi Baru Bangun Ekonomi Daerah Berkelanjutan
- PB Formula Apresiasi Silaturahmi Nasional MUI dan Ormas Islam Perkuat Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia
- Tak Cukup Andalkan APBD, BPD Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Regional
- Sekjen Propindo Heikal Safar SH Desak Tindak Tegas Mahasiswa UI Diduga Terbukti Bersalah Lakukan Aksi Amoral Terhadap Mahasiswi Dan Dosen Perempuan
- Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal melalui KDKMP
- Lebaran Kukusan Bidik Rekor MURI 2027, Pawai Rantangan Jadi Andalan
Menuju Kemandirian Teknologi, PRSI Apresiasi Langkah UHB Buka Prodi Robotika dan AI
Selain memperkuat pendidikan STEM, prodi ini menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian teknologi nasional.

Keterangan Gambar : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto menghadirkan Prodi S1 Teknik Robotika dan AI untuk menjawab kebutuhan talenta digital Indonesia.
JAKARTA – Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) mengapresiasi dan mendukung penuh dibukanya Program Studi S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di Universitas Harapan Bangsa, Purwokerto, Jawa Tengah. Kehadiran program studi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi masa depan, khususnya robotika dan kecerdasan buatan, serta memperkuat pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Indonesia. Pendaftaran mahasiswa baru Program Studi S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan tahun akademik 2026–2027 telah resmi dibuka oleh Universitas Harapan Bangsa.
PRSI menilai langkah Universitas Harapan Bangsa ini relevan dengan arah kebijakan pemerintah yang terus mendorong penguatan industri berbasis teknologi tinggi. Robotika dan AI kini telah menjadi tulang punggung berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kesehatan, pertanian presisi, hingga pertahanan. Hal ini juga sejalan dengan pentingnya penguatan kompetensi STEM sebagai fondasi dalam menghadapi perkembangan teknologi modern. Di sektor industri, penggunaan robot industri di Asia Tenggara meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, sementara adopsi AI di perusahaan Indonesia terus tumbuh seiring kebutuhan efisiensi dan inovasi.
Baca Lainnya :
- PRSI Audiensi dengan BRIN, Perkuat Arah dan Kolaborasi Nasional0
- Robotika untuk Negeri Hadir di Padang, Cetak Generasi Inovator dari MAN 1 Kota Padang0
- PRSI Kembangkan CNC Serbaguna, Perkuat Industri dan Siapkan Generasi Robotika0
- PB PRSI Audiensi dengan Wagub Jabar, TechnoFest 2026 Jadi Agenda Unggulan Penguatan Robotika0
- PRSI Sumut Perkuat Edukasi Teknologi Lewat Program Robotika Untuk Negeri di Nias0
“Pembukaan Program Studi S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan ini merupakan langkah maju yang sangat strategis. Kami berharap ke depan program ini mampu membangun ekosistem robotika yang kuat. Lebih dari itu, kami optimistis langkah ini akan memberikan kontribusi nyata dalam memajukan perkembangan robotika dan kecerdasan buatan di Indonesia,” ujar Sekretaris Jenderal PRSI, Dr. (c) Dwi Nugroho Marsudianto, S.Sos., M.M di Jakarta, Sabtu (18/4/26).
PRSI menegaskan kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi, dan industri menjadi kunci utama dalam menciptakan inovasi dan daya saing bangsa di era transformasi digital. Dengan hadirnya program studi ini, diharapkan lahir generasi muda yang kompeten, kreatif, serta memiliki fondasi STEM yang kuat untuk menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan kebutuhan talenta digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 9 juta orang hingga 2030. Sementara itu, laporan industri global seperti dari World Economic Forum juga mencatat bahwa bidang AI, robotika, dan otomasi menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan pekerjaan tercepat di dunia. Kondisi ini menuntut dunia pendidikan untuk bergerak lebih adaptif, termasuk menghadirkan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Program studi seperti ini harus mampu menjembatani teori dan praktik. Lulusan diharapkan tidak hanya paham konsep, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata yang bisa langsung diterapkan di industri,” tegas Dwi Nugroho.

PRSI juga memandang momentum ini sebagai bagian dari upaya besar membangun kemandirian teknologi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, penguasaan robotika dan kecerdasan buatan menjadi faktor penentu dalam menjaga daya saing industri sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi. Peran perguruan tinggi dalam mencetak talenta unggul menjadi semakin krusial, terutama dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi.
“Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Ketika pendidikan, riset, dan industri berjalan selaras, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam ekosistem robotika dan AI dunia,” pungkas Dwi Nugroho.
_-_Copy.png)





_(1).png)


.jpg)