- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
- LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS \'Naik Kelas\'
- AI Tidak Cukup untuk Menghapus Kemiskinan Jakarta
- OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
- Musim Hujan Mundur ke Desember, Jadwal Kirim Material Proyek Ikut Bergeser
- Ketua Harian Partai Ummat Dukung Kapolri Dan Test Narkoba Seluruh Pegawai Negeri, Pejabat Negara, Dan Wakil Rakyat Di Seluruh Indonesia
- Indonesia Kalah dari Singapura di Pasar Kripto Asia, Apa yang Harus Dikejar?
- BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Perang yang Menagih Harga: Dari Langit Tel Aviv ke Kantong Warganya

Keterangan Gambar : Tel Aviv Beberkan Kerugian Akibat Serangan Iran
TEL AVIV— Perang sering dipresentasikan sebagai soal kemenangan militer, peta strategis, dan supremasi teknologi. Namun di Tel Aviv hari ini, narasi itu retak oleh kenyataan yang lebih sunyi: rumah-rumah yang tak lagi bisa dihuni, klaim ganti rugi yang menumpuk, dan ekonomi yang mulai tersengal.
Pernyataan Wali Kota Ron Huldai—yang menyebut lebih dari seribu unit hunian rusak akibat serangan—bukan sekadar data. Ia adalah penanda bahwa perang telah menyeberang dari garis depan ke ruang tamu warga sipil. Rudal dan drone mungkin datang dari jauh, tetapi dampaknya jatuh tepat di jantung kehidupan sehari-hari.
Laporan Channel 12 dan Arabi21 memperlihatkan bagaimana kerusakan tidak hanya disebabkan oleh serangan langsung, tetapi juga oleh pecahan dari sistem pertahanan itu sendiri. Ini ironi modern: teknologi yang dirancang untuk melindungi, dalam batas tertentu, juga menciptakan risiko baru. Perlindungan tidak pernah benar-benar tanpa biaya.
Baca Lainnya :
- Pengamat Sebut Posisi AS dan Israel Terdesak, Iran Pegang Kendali di Selat Hormuz.0
- Di Balik Gugurnya Prajurit TNI, Kritik Muhammad Husein Menyasar Arah Diplomasi Indonesia0
- Iran Tegaskan Dukungan ke Hizbullah, Kirim Pesan Langsung ke Sekjen Baru0
- Saat Ibu Mulai Lupa: Kisah Emosional dalam Film, Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan0
- BOP: Jalan Pintas Damai atau Cara Baru Mengatur Dunia?0
Di sisi lain, angka-angka ekonomi berbicara lebih keras dari propaganda. Estimasi biaya perang 40 hari yang mencapai 17,5 miliar dolar AS—belum termasuk rekonstruksi dan kehilangan produktivitas—menunjukkan satu hal sederhana: perang adalah mesin pembakar sumber daya. Bahkan konflik 12 hari pada 2025 saja sudah meninggalkan tagihan miliaran dolar, sebagaimana dilaporkan Calcalist.
Lebih dari 30 ribu klaim kompensasi yang diajukan warga bukan sekadar statistik administratif. Ia adalah cermin dari tekanan sosial-ekonomi yang mulai mengendap: rumah rusak, kendaraan hancur, alat kerja lenyap. Negara boleh menjanjikan penggantian, tetapi prosesnya selalu lebih lambat dari kerusakan yang terjadi dalam hitungan detik.
Di titik ini, perang memperlihatkan wajahnya yang paling jujur. Ia tidak hanya menguji ketahanan militer, tetapi juga daya tahan fiskal dan psikologis sebuah masyarakat. Setiap intersepsi rudal memang mencegah kehancuran yang lebih besar, tetapi setiap intersepsi juga memiliki harga—baik dalam bentuk biaya operasional maupun risiko pecahan yang jatuh ke wilayah sipil.
Narasi lama tentang keunggulan pertahanan seperti kubah pelindung kini berhadapan dengan realitas baru: tidak ada “kubah” yang mampu sepenuhnya melindungi ekonomi. Anggaran negara bisa terkuras, aktivitas bisnis melambat, dan kepercayaan publik perlahan tergerus.
Pada akhirnya, perang selalu menciptakan dua jenis kerugian: yang langsung terlihat dan yang diam-diam menggerogoti. Yang pertama hadir dalam bentuk bangunan runtuh dan kendaraan terbakar. Yang kedua hadir dalam bentuk defisit, utang, dan masa depan ekonomi yang menyempit.
Dan seperti semua perang, pertanyaannya bukan lagi siapa yang menang hari ini, tetapi siapa yang mampu bertahan besok setelah semua tagihan datang.
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
