- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
Jakarta Institute: Pergub Pengelolaan Air Harus Dilihat dalam Konteks Krisis Lingkungan

Keterangan Gambar : Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho
BERNUSA: Jakarta-, 25 Februari 2026 — Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, meminta publik menempatkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Air dalam konteks krisis lingkungan yang tengah dihadapi ibu kota.
Menurut Agung, polemik yang berkembang saat ini cenderung berfokus pada aspek prosedural, seperti bentuk regulasi dan kewenangan pembentukannya. Padahal, kata dia, persoalan mendasar yang melatarbelakangi kebijakan tersebut adalah penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang telah berlangsung lama.
“Penurunan tanah di Jakarta, terutama di wilayah pesisir, sudah berdampak pada meningkatnya risiko banjir rob dan kerusakan infrastruktur. Ini bukan sekadar isu administratif, tetapi menyangkut keberlanjutan kota,” ujar Agung dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2/2026).
Baca Lainnya :
- Tarhib Ramadhan Santri TPA Arrahman Pawai Keliling, Ingatkan Warga Kalibata Untuk Bergembira Menyambut Bulan Ramadhan0
- Masjid Raya Bintaro Jaya: Menghidupkan Konsep Masjid Ramah Keluarga sebagai Oase Iman dan Kemanusiaan0
- Uus Kuswanto di Lantik Menjadi Sekda DKI Jakarta0
- GENTAR, Aksi Kegiatan Promotif Kesehatan Mengenai HIV & Aids di Lampu Merah0
- Maulid di Mushollah Nursyafiudin: Koperasi Merah Putih Kelurahan Kalibata Akan di Laouncing Januari 20260
Ia menilai pengendalian penggunaan air tanah perlu dipahami sebagai langkah mitigasi risiko jangka panjang. Tanpa pengendalian, beban ekologis dan fiskal yang ditanggung pemerintah daerah berpotensi semakin besar.
Terkait kritik Standar Kiaa Latief, aktivis 80 Prodem yang menyebut kebijakan tersebut seharusnya diatur melalui Peraturan Daerah, Agung berpendapat bahwa kepala daerah memiliki kewenangan menetapkan regulasi pelaksanaan sepanjang berada dalam koridor peraturan yang lebih tinggi. Menurut dia, perdebatan tidak seharusnya berhenti pada bentuk hukum, melainkan juga menimbang urgensi dan substansi kebijakan.
“Dalam situasi yang membutuhkan respons cepat terhadap risiko lingkungan, pemerintah daerah memerlukan instrumen kebijakan yang efektif. Namun pelaksanaannya tetap harus transparan dan akuntabel,” katanya.
Agung juga menanggapi kekhawatiran bahwa pembatasan air tanah akan membebani warga karena mendorong peralihan ke layanan air perpipaan. Ia menekankan bahwa transisi tersebut memang harus diiringi peningkatan kualitas dan perluasan cakupan layanan, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah.
“Perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi bagian penting dalam implementasi kebijakan ini. Skema subsidi atau tarif progresif perlu disiapkan agar transisi tidak menimbulkan ketimpangan baru,” ujarnya.
Meski demikian, Agung mengingatkan bahwa pembiaran eksploitasi air tanah tanpa pengendalian juga memiliki konsekuensi sosial. Dampak penurunan tanah dan banjir rob, menurut dia, justru paling dirasakan masyarakat yang tinggal di kawasan padat dan pesisir.
Karena itu, ia menilai penguatan implementasi dan pengawasan kebijakan lebih dibutuhkan ketimbang polemik yang berkepanjangan. “Tata kelola air adalah fondasi keberlanjutan Jakarta. Yang diperlukan sekarang adalah memastikan kebijakan berjalan adil dan efektif,” kata Agung.
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

