- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
- Zakat dan Sumbangan PMI: Berbeda Dasar Hukum, Tak Bisa Membenarkan Pemaksaan
- Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar
Kedudukan

Keterangan Gambar : Abi Riwan/Kyai Gaul
BERNUSA.COM: Betapa seringnya kita berpikir dan berjuang keras untuk mendapat penilaian manusia dan mencari kedudukan di hati manusia, terkadang kitaIngin diakui, ingin dipuji, ingin dihargai, ingin dikagumi, ingin dicintai. Begitu penuhnya harapan kepada manusia, sehingga melupakan kedudukan Allah di hatinya, padahal hati orang sepenuhnya dalam genggaman Allah,
kita sama sekali tak kuasa membolak baliknya, kalaupun manusia dibuat suka dan kagum bahkan cinta, semua itu tiada arti bila Allah SWT sendiri tak menyukai kita. Kedudukan di sisi Allah lah yang menjadi jaminan kebahagiaan dan kemuliaan dunia akherat, selainnya tiada arti tanpa izin Allah SWT
Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya, sesungguhnya Allah menempatkan hamba-Nya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
