- BRI BO Artha Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Kramat Jati Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
- BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- BRI BO Gading Boulevard Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
- Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
- BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
- BRI BO Tanjung Priok Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Penuh Khidmat
- Angkutan Retail KAI Logistik Catat Kinerja Tertinggi pada Triwulan III 2026
- Zakat dan Sumbangan PMI: Berbeda Dasar Hukum, Tak Bisa Membenarkan Pemaksaan
Ketua Umum GAWAT Tuntut Keadilan Atas Penghinaan Al Quran di Ancol

Keterangan Gambar : Faresi Alfarobi, Ketua GAWAT
Bernusa.com. JAKARTA – Ketua Umum Gabungan Wartawan Jakarta (GAWAT) Faresi Alfarobi mengecam dugaan penggunaan hafalan atau pembacaan Surah Ad-Dhuha sebagai bagian dari aktivitas untuk mendapatkan minuman beralkohol di booth Newport dalam gelaran The Sounds Project di kawasan Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026).
Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah video yang memperlihatkan aktivitas di booth minuman beralkohol Newport beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat aktivitas yang mengaitkan hafalan atau pembacaan Surah Ad-Dhuha dengan pemberian minuman beralkohol.
Faresi menilai, jika aktivitas tersebut benar terjadi sebagaimana terlihat dalam video, tindakan itu tidak pantas karena membawa ayat suci Al-Qur’an ke dalam aktivitas yang berkaitan dengan minuman keras.
Baca Lainnya :
- Dangdut Pecah di Halal Bihalal Sidoarjo Damai Bersatu, Warga Gedangan Bergoyang Tanpa Henti0
- Antrean Boleh Digital, Hak Layanan Tetap Universal0
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam0
- Bang H. Nurhasan: Seleksi FKDM 2025 Tersembunyi dan Tidak Mencerminkan Tata Pemerintah Yang Transparan. 0
“Kami mengecam keras kejadian tersebut. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang harus dihormati dan tidak sepantasnya ayat-ayat suci dijadikan bagian dari sebuah tantangan untuk mendapatkan minuman keras,” tegas Faresi.
Menurut Faresi, persoalan tersebut tidak semestinya dianggap sekadar gimmick atau bentuk kreativitas dalam sebuah acara hiburan. Ia meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan kronologi serta pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
“Kami meminta kepolisian bergerak cepat dan mengusut tuntas. Kalau dari hasil penyelidikan ditemukan adanya unsur pidana, kami meminta pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Faresi juga meminta penyelenggara The Sounds Project serta pihak yang bertanggung jawab atas booth Newport memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kejadian tersebut.
“Jangan sampai persoalan yang menyangkut simbol dan ayat suci agama dianggap sekadar persoalan promosi. Kebebasan berekspresi dan kreativitas dalam event tetap memiliki batas, terutama ketika menyentuh kesucian agama,” kata Faresi.
Meski mengecam dugaan tindakan tersebut, Faresi menegaskan GAWAT tetap mengedepankan proses hukum yang profesional dan berbasis bukti. Ia meminta tidak ada pihak yang langsung dihakimi sebelum seluruh fakta dan kronologi peristiwa terungkap.
“Kami tidak ingin menghakimi siapa pun. Tetapi apabila memang terbukti ada pelanggaran hukum, jangan ada pihak yang kebal. Proses secara tegas, transparan dan sesuai ketentuan hukum,” pungkas Faresi.
_-_Copy.png)



.jpg)





_(1).png)
