Mentan Amran: Bela Kementerian dan Petani, Bukan Pribadi Saya

By Achmad Soleh 12 Nov 2025, 00:52:58 WIB Bisnis
Mentan Amran: Bela Kementerian dan Petani, Bukan Pribadi Saya

Keterangan Gambar : Poto ilustrasi pertanian


BERNUSA.COM, -  Jakarta — Maraknya aksi demonstrasi dan pernyataan sikap petani di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tingginya kepedulian terhadap martabat sektor pertanian Indonesia. Sejumlah kelompok petani menyampaikan kekecewaan atas pemberitaan dan infografis soal “beras busuk” yang dinilai menyakiti petani, sembari memberikan dukungan moral kepada Kementerian Pertanian (Kementan).

Fenomena ini sempat memunculkan wacana demo tandingan dari sebagian kelompok, meskipun belum resmi digelar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, mengimbau seluruh petani dan pegawai untuk tidak melakukan aksi tandingan agar situasi tetap kondusif.

Baca Lainnya :

 “Permasalahan dengan Tempo sudah masuk pengadilan, jadi tidak ada alasan bagi petani maupun pegawai membuat demo tandingan. Kita ingin suasana tetap kondusif dan semua pihak bersatu menjaga martabat petani Indonesia,” ujar Arief di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Arief menegaskan bahwa sengketa antara Kementan dan Tempo kini telah berada di ranah hukum sehingga penyelesaiannya harus diserahkan pada mekanisme pengadilan. Ia juga menambahkan, infografis “Poles-Poles Beras Busuk” memang menyakiti sekitar 160 juta petani Indonesia, namun Kementan memilih menempuh jalur hukum yang sah.

Fokus Kementan: Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Lebih lanjut, Arief menyampaikan bahwa fokus utama Kementan saat ini adalah menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan nasional. Pemerintah telah menurunkan harga pupuk hingga 20%, mempersiapkan program hilirisasi pertanian, dan memperkuat kesejahteraan petani.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton, atau surplus 4,1 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

 “Semua capaian ini berkat kerja keras petani. Pemerintah menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh petani Indonesia. Mari kita jaga suasana tetap tenang dan jangan biarkan kegaduhan mengganggu produksi pangan,” tegas Arief.

Arief juga menegaskan bahwa gugatan Rp200 miliar terhadap Tempo bukan untuk membungkam media, tetapi untuk menegakkan kebenaran dan memulihkan martabat petani Indonesia. Dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa kerugian materiil senilai Rp19.173.000 dan imateriil Rp200 miliar akan disetorkan seluruhnya ke kas negara.

Mentan Amran: Bela Petani, Bukan Pribadi

Sementara itu, dalam amanat Hari Pahlawan 2025 di Kantor Pusat Kementan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perjuangan seluruh jajaran Kementan adalah perjuangan untuk bangsa, bukan untuk individu.

 “Jangan bela pribadi saya. Bela Kementerian Pertanian dan petani Indonesia. Banyak yang tidak senang kalau Indonesia berdaulat pangan, tapi kita harus sabar dan terus bekerja. Semua ini demi Merah Putih,” ujar Amran.

Ia menilai semangat kepahlawanan saat ini diwujudkan melalui kerja keras petani, penyuluh, dan pegawai lapangan yang memastikan pangan tersedia bagi rakyat Indonesia.

Amran juga mengapresiasi petugas lapangan yang jatuh sakit atau mengalami kecelakaan saat bertugas, bahkan menyatakan siap menanggung biaya perawatan pribadi bila diperlukan.

Kontribusi Pertanian Meningkat

Dalam satu tahun terakhir, Kementan berhasil mencatat sejumlah capaian strategis:

Laporan keuangan berstatus Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Nilai reformasi birokrasi meningkat signifikan

Apresiasi dari KPK atas integritas dan transparansi Kementan

Kontribusi sektor pertanian terhadap PDB mencapai titik tertinggi dalam sejarah

“Insya Allah, Indonesia berada di ambang deklarasi swasembada pangan. Ini bukan keberhasilan saya, tapi keberhasilan Anda semua. Anda adalah pahlawan-pahlawan pangan Indonesia,” kata Amran.

Ia menutup amanatnya dengan semangat “Bekerja, Bergerak, dan Berdampak” sebagai wujud penghormatan terhadap para pahlawan bangsa.

 “Pahlawanku kita, teladanku kita. Mari lanjutkan perjuangan dengan kerja keras, keikhlasan, dan cinta tanah air. Kedaulatan pangan adalah pengabdian tertinggi bagi Indonesia,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).