- Kapal Legendaris KRI Dewaruci Bersandar di Cirebon, Ada Wisata Edukasi Maritim Gratis
- Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
- Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
- Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi
- BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
- Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan
- 12 Tahun Waskita Beton Precast, Menata Fondasi, Meningkat Lebih Tinggi
- Di tengah Kerumunan Solo Run Fest 2026, BRI Eksis Hadirkan Layanan Perbankan
- Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
- Tokenized Stocks Tembus US$3 Miliar, Akses Saham AS Makin Diminati Investor Indonesia
MUBES jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi

Keterangan Gambar : foto: google
BERNUSA.COM: Jakarta– Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) The Jakmania, semangat demokrasi di tubuh organisasi diharapkan menjadi landasan utama dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan. Proses regenerasi harus berjalan secara terbuka, adil, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota The Jakmania.
Banyak anggota menaruh harapan agar mekanisme pencalonan Ketua Umum tidak menimbulkan kesan eksklusif atau hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu. Sebab, pada hakikatnya setiap anggota The Jakmania memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi, baik sebagai pemilih maupun sebagai calon pemimpin, selama memenuhi ketentuan yang wajar dan telah disepakati bersama.
Salah satu tokoh Jakmania, Bang Rian, menyampaikan bahwa demokrasi organisasi akan semakin kuat apabila setiap anggota diberikan ruang yang setara untuk berkontribusi.
Baca Lainnya :
"The Jakmania dibangun atas dasar persaudaraan, bukan eksklusivitas. Karena itu, setiap anggota harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi dan memimpin organisasi. Mubes adalah momentum untuk memperkuat demokrasi, bukan mempersempit ruang partisipasi," ujar Bang Rian.
Menurut WAHYU, persyaratan pencalonan memang diperlukan untuk menjaga kualitas kepemimpinan. Namun, syarat tersebut hendaknya bersifat proporsional, objektif, dan tidak menutup kesempatan bagi anggota yang memiliki kapasitas serta komitmen untuk membangun The Jakmania.
Bang Rian menambahkan bahwa organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu melahirkan pemimpin dari berbagai latar belakang anggotanya, bukan hanya dari kalangan tertentu.
"Jangan sampai muncul persepsi bahwa hanya segelintir orang yang memiliki kesempatan untuk maju. The Jakmania adalah milik seluruh anggotanya. Karena itu, setiap Jakmania harus memiliki hak yang sama dalam proses demokrasi organisasi," tegasnya.
Menjelang Mubes, seluruh elemen The Jakmania juga diajak untuk menjaga kondusivitas, mengedepankan persatuan, dan menghormati setiap proses yang berjalan. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun seluruh proses harus tetap berorientasi pada kemajuan organisasi dan kecintaan terhadap Persija Jakarta.
"Demokrasi yang sehat bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga memastikan setiap anggota memiliki kesempatan yang adil untuk menjadi pemimpin."
_-_Copy.png)




.jpg)




_(1).png)
